Ibu Ternyata Jadi Pusat Kendali Rumah Tangga dalam 48 Jam

1 hour ago 2

Jumali

Jumali Rabu, 20 Mei 2026 16:57 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah temuan dalam laporan State of Motherhood 2026 kembali menyoroti besarnya peran ibu dalam kehidupan rumah tangga, yang ternyata berdampak langsung pada stabilitas rutinitas keluarga ketika mereka tidak hadir dalam waktu singkat.

Laporan berbasis survei terhadap 2.000 ibu yang dilakukan Talker Research untuk aplikasi pola asuh It's a Family Thing tersebut menunjukkan bahwa 59% ibu menyebut rumah tangga mereka dapat “lumpuh” dalam waktu satu hari atau kurang jika mereka absen. Bahkan, titik kritis gangguan rutinitas rumah tangga rata-rata terjadi hanya dalam dua hari.

Data ini memperlihatkan bahwa ibu bukan hanya menjalankan tugas fisik di rumah, tetapi juga menjadi pengendali utama ritme kehidupan keluarga. Dalam survei tersebut, ibu disebut menghabiskan sekitar 20 jam per minggu untuk pekerjaan domestik, sekaligus memegang peran sebagai pengatur jadwal seluruh anggota keluarga.

Sebanyak 53% responden mengaku menjadi pihak yang mengelola agenda dan komitmen keluarga, sementara 49% berperan sebagai pengingat utama berbagai kebutuhan harian. Selain itu, 41% ibu juga harus memastikan setiap instruksi benar-benar dijalankan hingga tuntas oleh anggota keluarga lain.

Survei tersebut turut menggambarkan kondisi nyata ketika seorang ibu tidak dapat menjalankan perannya secara normal. Salah satu ilustrasi menunjukkan seorang ibu yang harus menjalani operasi bahu dan beristirahat selama tiga minggu, namun tetap menghadapi kekacauan rutinitas rumah meski anggota keluarga lain sudah berupaya menggantikan perannya.

Dalam kondisi tersebut, aktivitas harian seperti sarapan, persiapan sekolah, hingga pengelolaan pakaian dan kebersihan rumah mengalami gangguan. Bahkan, koordinasi antar-jemput anak harus dialihkan menggunakan sistem lembar data atau spreadsheet serta bantuan komunitas orang tua.

Kondisi itu kerap memunculkan perasaan bersalah pada ibu atau mom guilt, terutama ketika melihat anggota keluarga lain kelelahan dan rutinitas rumah tidak berjalan normal. Padahal, masa pemulihan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Riset ini juga mengungkap tekanan mental yang cukup besar. Sekitar 46% waktu ibu dalam seminggu dihabiskan dalam kondisi “survival mode”, sementara 64% hanya mendapatkan tidur enam jam atau kurang setiap malam. Sebanyak 45% lainnya bahkan kesulitan mendapatkan waktu relaksasi murni meski hanya satu jam per hari.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa peran ibu dalam rumah tangga nyaris tidak pernah benar-benar berhenti. Bahkan dalam kondisi sakit atau tidak fit, beban pengelolaan rumah tetap terasa melekat. Meski demikian, banyak keluarga tetap berupaya beradaptasi ketika peran tersebut sementara tidak dijalankan secara penuh, meskipun sistem keseharian rumah tetap menunjukkan perubahan signifikan dalam ritme aktivitasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|