Waspada Salmonella, 34 Kasus Ditemukan di AS

1 hour ago 2

Waspada Salmonella, 34 Kasus Ditemukan di AS Bakteri Salmonella. ANTARA/Pixabay/skeeze - am

Harianjogja.com, JAKARTA — Otoritas kesehatan Amerika Serikat mengingatkan masyarakat akan potensi penyebaran infeksi bakteri Salmonella setelah puluhan kasus dilaporkan terjadi di berbagai wilayah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat sedikitnya 34 orang di 13 negara bagian terinfeksi strain yang sama, diduga berkaitan dengan kontak unggas peliharaan seperti ayam dan bebek.

Dari jumlah tersebut, 13 orang dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kasus ini. CDC menegaskan bahwa unggas peliharaan tetap berpotensi membawa bakteri meskipun terlihat sehat, sehingga risiko penularan tetap ada, terutama melalui kontak langsung.

Apa Itu Bakteri Salmonella?

Salmonella merupakan bakteri berbentuk batang yang termasuk dalam kelompok enterobacteriaceae. Bakteri ini bersifat gram negatif dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi, termasuk lingkungan asam di lambung manusia. Dalam dunia medis, infeksi akibat bakteri ini dikenal sebagai salmonellosis.

Jenis bakteri ini terbagi dalam beberapa varian yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan berbeda. Beberapa di antaranya seperti Salmonella enteritidis dan Salmonella typhimurium yang sering dikaitkan dengan keracunan makanan, serta Salmonella choleraesuis yang dapat menyebabkan infeksi lebih serius pada saluran pencernaan.

Cara Penularan

Sebagian besar kasus infeksi Salmonella terjadi melalui jalur fekal-oral, yakni ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri. Produk pangan yang berisiko antara lain daging sapi, unggas, telur, susu, serta sayuran yang tidak dicuci bersih.

Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui:

Kontak langsung dengan hewan pembawa bakteri, seperti ayam atau bebek peliharaan

Air yang terkontaminasi

Kontak dengan penderita yang terinfeksi

CDC menyebut, paparan bakteri biasanya menimbulkan gejala dalam waktu 6 hingga 72 jam setelah terinfeksi.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Infeksi Salmonella umumnya menyebabkan gangguan pencernaan yang berlangsung selama 4 hingga 7 hari. Gejala yang sering muncul antara lain:

Diare

Demam dan menggigil

Mual serta muntah

Kram perut

Sakit kepala

Dalam kasus tertentu, tinja dapat bercampur darah

Sebagian besar penderita dapat pulih tanpa pengobatan khusus. Namun, pada kondisi tertentu, infeksi bisa berkembang menjadi lebih serius hingga membutuhkan perawatan medis intensif.

Kelompok Rentan

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama terhadap infeksi ini. Kelompok yang lebih rentan mengalami gejala berat meliputi:

Anak usia di bawah 5 tahun

Lansia di atas 65 tahun

Individu dengan sistem imun lemah, seperti penderita HIV/AIDS atau pasien kemoterapi

Selain itu, penggunaan antibiotik yang tidak tepat serta konsumsi obat penurun asam lambung juga dapat meningkatkan risiko infeksi karena mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.

Pentingnya Pencegahan

Kasus yang dilaporkan CDC menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan, terutama dalam mengolah makanan dan berinteraksi dengan hewan. Mencuci tangan secara rutin, memastikan makanan matang sempurna, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana yang efektif untuk mencegah penularan.

Dengan meningkatnya mobilitas dan pola konsumsi masyarakat, kewaspadaan terhadap bakteri seperti Salmonella menjadi kunci untuk menjaga kesehatan publik secara luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|