Waspada Jalur Mudik Lebaran 2026 di DIY Rawan Longsor

3 hours ago 2

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY tengah melakukan sinkronisasi data titik rawan bencana dengan rute perjalanan pemudik guna menjamin keselamatan selama momentum Lebaran.

Langkah proaktif ini diambil menyusul adanya potensi perpanjangan status siaga darurat hidrometeorologi di wilayah Yogyakarta hingga pertengahan April mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menjelaskan bahwa pemetaan intensif ini difokuskan pada area yang memiliki kerawanan tinggi terhadap tanah longsor dan banjir.

Koordinasi lintas sektoral tersebut bertujuan untuk menentukan titik lokasi yang membutuhkan pengawasan ekstra serta penempatan personel khusus saat arus mudik maupun balik berlangsung.

“Ini sedang kami cocokkan antara kawasan rawan longsor dengan jalur mudik, supaya nanti bisa dipetakan titik-titik yang perlu pengawasan,” katanya, Kamis (5/3/2026).

Identifikasi awal menunjukkan sejumlah zona merah longsor tersebar di area perbukitan Menoreh, seperti Samigaluh, Kalibawang, dan Jatimulyo di Kulonprogo.

Selain itu, kerawanan serupa terpantau di kawasan Imogiri Bantul, serta wilayah perbukitan di Gedangsari dan akses menuju destinasi wisata Nglanggeran di Gunungkidul.

Upaya mitigasi juga mencakup pembersihan jalur utama dari ancaman pohon tumbang melalui koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemangkasan dahan di sepanjang rute mudik.

Di sisi lain, masa berlaku status siaga darurat yang awalnya berakhir pada 19 Maret 2026 kemungkinan besar akan ditambah durasinya sekitar satu bulan ke depan.

Keputusan perpanjangan status ini tetap diambil meski intensitas curah hujan diprediksi mulai melandai pada Maret berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Puncak musim hujan memang telah terlewati pada periode Januari-Februari, namun dinamika cuaca ekstrem yang tidak terprediksi masih menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan.

“Di Maret ini memang mulai agak landai, tetapi kita tetap harus siaga karena potensi hujan lebat atau cuaca ekstrem masih bisa muncul,” katanya.

Terkait ancaman banjir lahar, Ruruh memastikan bahwa hingga saat ini kondisi aliran sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi masih terpantau dalam level aman.

Meskipun sempat terjadi kenaikan debit air di wilayah hulu beberapa waktu lalu, infrastruktur pengendali banjir masih berfungsi optimal untuk meredam potensi luapan ke pemukiman.

Guna memperkuat respons cepat di lapangan, posko siaga darurat akan terus disiagakan dengan penambahan jumlah petugas piket selama 24 jam penuh di tingkat provinsi.

Masyarakat yang akan melakukan perjalanan jauh sangat disarankan untuk terus memperbarui informasi prakiraan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna menghindari titik-titik rawan bencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|