
Para pemain Timnas Norwegia melakukan Viking Row bersama suporter di tengah lapangan. /Instagram-herrelandslaget.
Harianjogja.com, JOGJA—Momentum Piala Dunia 2026 melahirkan tren baru di kalangan suporter internasional, ketika gelombang dukungan kreatif dari pendukung Norwegia menjadi salah satu sorotan utama dalam jalannya turnamen tersebut.
Tim nasional Norwegia berhasil mencuri perhatian publik global setelah menunjukkan performa impresif pada awal kompetisi. Hal itu tidak lepas dari kontribusi signifikan penyerang muda Erling Haaland yang membawa timnya memulai langkah cepat dalam penampilan perdana mereka di Piala Dunia setelah 28 tahun absen dari panggung terbesar sepak bola dunia.
Antusiasme suporter Norwegia juga menjadi perhatian luas media internasional. Di tengah euforia tersebut, muncul tradisi dukungan baru yang dikenal dengan sebutan “Viking Row”.
Apa Itu Viking Row?
Dikutip dari berbagai sumber, fenomena Viking Row merupakan bentuk selebrasi khas suporter yang terinspirasi dari sejarah bangsa Viking, dan kerap disandingkan dengan Viking Clap yang sempat viral pada ajang UEFA Euro 2016.
Dalam praktiknya, para pendukung Norwegia duduk berbaris menyerupai formasi perahu panjang khas Viking, kemudian secara serempak melakukan gerakan mendayung mengikuti irama drum yang ritmenya perlahan semakin cepat dan intens.
Ajang FIFA World Cup menjadi panggung utama viralnya aksi tersebut, terutama ketika suporter Norwegia terlihat mengenakan atribut tanduk Viking serta pakaian bernuansa merah khas negara mereka di berbagai kota seperti New York dan Boston, Amerika Serikat.
Gerakan ini dinilai mencerminkan semangat kebersamaan serta dukungan kolektif yang kuat kepada tim nasional di lapangan.
Dilansir dari laman resmi Komite Olimpiade International yang berbasis di Swiss, Olympics.com, salah satu pihak yang mengklaim berperan dalam mempopulerkan selebrasi ini, Ole Froystad, menjelaskan bahwa tradisi tersebut memiliki akar sejarah dari kebiasaan bangsa Viking pada masa lampau.
"Ini menceritakan kisah masa lalu. Seribu tahun yang lalu, bangsa Viking mendayung. Mereka menurunkan layar [dan] mengeluarkan dayung untuk mencapai pantai. Dan mereka melakukan itu tepat sebelum pertempuran. Ini tentang berjuang bersama demi tim, memastikan mereka merasa nyaman di lapangan," katanya.
Dukungan yang Membawa Dampak di Lapangan
Atmosfer dukungan yang tercipta dari tribun disebut memberikan energi tambahan bagi para pemain Norwegia. Kondisi tersebut kemudian berkontribusi pada keberhasilan mereka meraih kemenangan kedua di Grup I sekaligus memastikan langkah menuju fase gugur turnamen.
Erling Haaland bersama rekan setimnya seperti Martin Odegaard turut merespons langsung dukungan tersebut dengan melakukan gerakan mendayung bersama para suporter di depan tribun, menciptakan momen simbolis yang mempertemukan pemain dan pendukung dalam satu ekspresi kebersamaan di stadion.
Fenomena “Viking Row” pun kini menjadi salah satu bentuk ekspresi suporter yang paling banyak dibicarakan, seiring meningkatnya performa Timnas Norwegia di panggung sepak bola dunia.
Tak hanya di dalam stadion, fenomena Viking Row juga menjalar ke gedung Parlemen Norwegia. Di mana para politikus menghentikan sidang dan melakukan Viking Row bersama-sama seperti layaknya mendayung perahu diikuti dengan suara kencang sebagai bentuk semangat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































