Vaksinasi PMK di Bantul Dikebut, 27.500 Dosis Ditarget Tuntas Tahun In

5 hours ago 4

Vaksinasi PMK di Bantul Dikebut, 27.500 Dosis Ditarget Tuntas Tahun In

Proses vaksinasi ternak di Kelompok Ternak 45, Padukuhan Depok, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul terus mempercepat vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak dengan target 27.500 dosis vaksin dapat tersalurkan hingga akhir 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kemunculan kembali wabah PMK yang sebelumnya sempat menyebabkan kerugian bagi para peternak.

Hingga pertengahan Juli 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul telah mendistribusikan 11.500 dosis vaksin PMK ke seluruh 17 kapanewon di Kabupaten Bantul.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul, Novriyeni, mengatakan pemerintah telah menyiapkan total 27.500 dosis vaksin PMK sepanjang 2026 untuk melindungi ternak di wilayah Bantul.

"Secara rinci vaksinasi PMK untuk ternak sapi menyasar 4.322 ekor, kambing 1.988 ekor, domba 5.817 ekor dan kerbau dua ekor. Jadi untuk vaksinasi PMK untuk domba dan kambing hanya setengah dosis PMK saja sedangkan untuk sapi dan kerbau satu dosis vaksin PMK," ucapnya.

DKPP Bantul menargetkan seluruh stok vaksin dapat dimanfaatkan hingga akhir Desember 2026. Program vaksinasi tersebut diharapkan mampu menekan penyebaran PMK sekaligus meningkatkan kekebalan ternak yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Salah satu pelaksanaan vaksinasi gratis dilakukan di Padukuhan Depok, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian PMK yang terus digencarkan Pemkab Bantul.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan oleh petugas Puskeswan Pundong. Selain menyuntikkan vaksin, petugas juga melakukan pemantauan kesehatan ternak serta mengingatkan peternak untuk tetap menjaga biosekuriti di lingkungan kandang.

Ketua Kelompok Kandang Ternak 45 Depok, Awal Naryadi, mengatakan vaksinasi yang dilaksanakan saat ini merupakan putaran kedua sepanjang 2026. Sebelumnya, vaksinasi serupa telah dilakukan pada akhir Januari dengan sasaran sekitar 50 ekor sapi.

"Meski vaksinasi gratis PMK kedua pada tahun 2026 ini namun ada ternak yang baru mendapatkan sekali menerima suntikan vaksinasi sebab ada sapi saat vaksinasi PMK usianya di bawah empat bulan atau pemilik sapi takut sapinya mendapatkan suntikan vaksinasi PMK," katanya, Kamis (23/7/2026).

Menurut Awal, wabah PMK yang terjadi pada 2023 menjadi pengalaman berharga bagi para peternak. Saat itu, hampir 80 persen sapi di kandang kelompok mereka terjangkit PMK dan beberapa ekor tidak dapat diselamatkan.

Pengalaman tersebut membuat para peternak kini lebih proaktif mengajukan permohonan vaksinasi kepada DKPP Bantul agar perlindungan terhadap ternak dapat dilakukan secara rutin setiap tahun.

Saat ini, populasi sapi di Kelompok Ternak 45 Depok mencapai sekitar 70 ekor. Namun, tidak seluruh ternak dapat mengikuti vaksinasi karena beberapa kendala.

"Populasi sapi di Kelompok Kandang Ternak 45 Depok ada sekitar 70 ekor namun tidak semua mendapatkan vaksinasi gratis PMK karena berbagai faktor. Misalnya saat program vaksinasi gratis pemilik ternak sapi tidak berada di rumah atau dikandang ternak dan usia sapi masih sangat muda (pedet)," terangnya.

Selain vaksinasi, peternak juga memperketat langkah pencegahan di tingkat kandang. Kebersihan kandang dijaga setiap hari, penyemprotan disinfektan dilakukan secara berkala, pemberian nutrisi tambahan ditingkatkan, hingga pengawasan terhadap keluar masuknya ternak diperketat karena mobilitas ternak dinilai menjadi salah satu faktor penyebaran PMK.

"Ya selain itu kita mengajukan bantuan ke DKPP Bantul untuk mendapatkan vaksinasi gratis PMK seperti yang berlangsung pada hari ini," tuturnya.

Berdasarkan data DKPP Bantul, hingga kini tercatat sebanyak 325 ekor sapi pernah terpapar PMK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 295 ekor telah dinyatakan sembuh, delapan ekor mati, dua ekor dipotong bersyarat, dan masih terdapat 20 kasus aktif.

Sementara itu, kasus PMK pada domba mencapai 55 ekor dengan rincian 47 ekor sembuh dan delapan ekor masih dalam penanganan. Adapun pada kambing tercatat empat kasus dan seluruhnya telah pulih.

Novriyeni menambahkan populasi sapi di Kabupaten Bantul saat ini mencapai lebih dari 65 ribu ekor. Sebagian besar merupakan sapi betina yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan populasi ternak di daerah tersebut.

Karena itu, vaksinasi terus diprioritaskan sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus mengurangi risiko kerugian ekonomi yang dapat dialami peternak apabila terjadi lonjakan kasus PMK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|