Harianjogja.com, MOSKOW—Wacana kontroversial mencuat menjelang gelaran Piala Dunia 2026. Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Kemitraan Global, Paolo Zampolli, mengusulkan agar Italia menggantikan Iran sebagai peserta turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Usulan itu disampaikan langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Zampolli menyebut gagasan tersebut dilandasi keinginannya melihat Italia kembali tampil di panggung Piala Dunia.
“Saya mengonfirmasi telah menyarankan kepada Trump dan Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia. Saya asli Italia dan bermimpi melihat Azzurri tampil di turnamen yang digelar AS. Dengan empat gelar, mereka punya rekam jejak untuk membenarkan keikutsertaan mereka,” ujarnya kepada Financial Times dilansir dari Antara, Kamis (23/4/2026).
Seperti diketahui, Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina pada 31 Maret. Situasi ini memicu berbagai spekulasi, termasuk kemungkinan jalur nonkompetitif bagi tim berjuluk Azzurri tersebut.
Di sisi lain, isu ini tidak lepas dari dinamika geopolitik. Laporan menyebutkan Trump tengah mendorong diplomasi sepak bola untuk memperbaiki hubungan dengan Italia, salah satu sekutu penting NATO. Ketegangan sempat muncul terkait isu pangkalan militer hingga pernyataan kontroversial Trump terhadap Paus Paus Leo XIV.
Sementara itu, dari pihak Iran, Menteri Olahraga Ahmad Donyamali menyatakan belum ada keputusan final terkait partisipasi tim nasional mereka di Piala Dunia.
Meski demikian, pemerintahan Trump sebelumnya justru menyatakan kesiapan menyambut Iran. Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengungkapkan bahwa Presiden AS telah mengundang tim Iran untuk hadir di turnamen tersebut.
“Saya tidak akan berbicara atas nama tim Iran, tetapi saya bisa mengatakan bahwa presiden telah mengundang mereka ke sini,” kata Giuliani.
Ia menambahkan, FIFA juga telah memberi sinyal bahwa Iran tetap akan berpartisipasi. Pemerintah AS bahkan telah menyiapkan rencana kedatangan tim Iran, termasuk jadwal latihan di Tucson, Arizona, sebelum melakoni sejumlah laga pemanasan di Los Angeles dan Seattle.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan diikuti 48 tim. Turnamen ini akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari FIFA terkait usulan penggantian peserta tersebut. Namun wacana ini dinilai sulit direalisasikan mengingat mekanisme kualifikasi yang telah ditetapkan serta prinsip independensi olahraga dari intervensi politik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































