REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI - Di era digital yang serba terbuka, memiliki kemampuan dan prestasi yang baik ternyata belum cukup untuk meraih kesuksesan. Seseorang juga perlu mampu memperkenalkan nilai dirinya kepada publik agar peluang karier, bisnis, maupun pengembangan diri dapat terbuka lebih luas.
Pesan inilah yang menjadi inti dalam Seminar Personal Branding yang diselenggarakan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang berlangsung di BSI Convention Center (BSI Convex), Kaliabang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari mahasiswa dan umum ini, menghadirkan Deryansha Azhary alias Dery Kasisolusi, sebagai Founder dan CEO Kasisolusi, sebagai narasumber utama. Dengan gaya penyampaian yang interaktif dan dekat dengan generasi muda, Dery mengajak peserta memahami pentingnya membangun personal branding sebagai salah satu modal utama dalam menghadapi persaingan di dunia kerja dan bisnis.
Menurutnya, banyak orang memiliki kemampuan luar biasa, tetapi belum mampu menunjukkan kompetensinya kepada orang lain. Akibatnya, potensi yang dimiliki sering kali tidak terlihat dan peluang yang datang menjadi terbatas.
“Skill itu penting, tetapi jika tidak diketahui orang lain, maka kesempatan yang datang juga akan terbatas. Personal branding membantu seseorang menunjukkan kompetensi, karakter, dan nilai yang dimilikinya sehingga lebih mudah dikenal dan dipercaya,” ujar Dery di hadapan peserta seminar.
Dalam sesi materinya, Dery menjelaskan bahwa personal branding bukan sekadar tentang menjadi terkenal di media sosial. Lebih dari itu, personal branding adalah proses agar seseorang dikenal karena manfaat, kompetensi, dan nilai yang diberikan kepada orang lain.
Ia juga memaparkan enam kategori utama dalam membangun personal branding yang efektif, yaitu Education, Inspiration, Entertainment, Conversation, Connection, dan Promotion. Enam kategori ini menjadi kerangka penting agar seseorang tidak hanya tampil di ruang digital, tetapi juga hadir dengan pesan yang jelas dan bernilai.
Menurutnya, banyak orang melakukan kesalahan dengan langsung berfokus pada promosi tanpa terlebih dahulu membangun kepercayaan dan nilai di mata audiens.
“Kesalahan banyak orang adalah langsung fokus pada promosi. Padahal, untuk membangun personal branding yang kuat, seseorang harus terlebih dahulu memberikan nilai melalui edukasi, inspirasi, dan interaksi dengan audiens. Ketika kepercayaan sudah terbentuk, promosi akan datang dengan sendirinya,” kata dia.
Dery menambahkan konten edukasi dapat menjadi fondasi utama untuk membangun kredibilitas. Sementara itu, konten inspiratif mampu menciptakan kedekatan emosional dengan audiens. Adapun hiburan, percakapan, dan koneksi dapat membantu meningkatkan interaksi serta membangun hubungan yang lebih kuat dengan komunitas.
“Di era digital, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk dikenal. Yang membedakan adalah siapa yang mampu menunjukkan nilai dirinya secara konsisten dan memberikan manfaat kepada orang lain,” kata Dery.
Kepala Kampus UBSI kampus Kaliabang, Muhamad Tabrani, mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti seminar tersebut. Ia menilai kemampuan personal branding saat ini menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki generasi muda.
“Saat ini dunia kerja tidak hanya melihat kemampuan akademik atau keterampilan teknis semata. Perusahaan juga mencari individu yang mampu berkomunikasi dengan baik, memiliki karakter yang kuat, serta mampu menunjukkan kompetensi yang dimilikinya. Karena itu, personal branding menjadi bekal yang sangat penting bagi mahasiswa maupun generasi muda,” ujar Tabrani.
Ia menambahkan seminar ini merupakan bagian dari komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam memberikan wawasan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri serta perkembangan dunia profesional saat ini.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Berbagai topik mulai dari strategi membangun citra profesional di media sosial, cara meningkatkan kepercayaan diri, hingga langkah membangun reputasi sejak masih kuliah menjadi pembahasan yang menarik perhatian peserta.
Salah satu peserta seminar, Aulia Rahma, mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya jadi sadar bahwa personal branding bukan hanya tentang membuat konten di media sosial. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menunjukkan kemampuan dan memberikan manfaat kepada orang lain. Materi yang disampaikan sangat relevan untuk mahasiswa yang sedang mempersiapkan masa depan,” kata Aulia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesuksesan di era digital tidak hanya ditentukan oleh seberapa hebat kemampuan yang dimiliki, tetapi juga oleh bagaimana seseorang mampu memperkenalkan, mengembangkan, dan menunjukkan nilai dirinya kepada dunia.
Dengan personal branding yang tepat, mahasiswa diharapkan dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan, membangun reputasi sejak dini, dan menjadi pribadi yang unggul di tengah perubahan zaman.
Bagi lulusan SMA/SMK/MA yang ingin kuliah di kampus yang mendukung pengembangan skill, karakter, kreativitas, dan kesiapan menghadapi dunia profesional, UBSI membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026. Informasi program studi, beasiswa, dan pendaftaran dapat diakses melalui https://pmbubsi.id.

1 hour ago
2















































