REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebuah keputusan yang dibuat sekitar setengah abad lalu mendadak berubah menjadi suntikan finansial besar bagi gerakan sosialis Amerika Serikat. Democratic Socialists of America (DSA), organisasi yang menjadi salah satu mesin politik utama di balik kebangkitan Wali Kota New York Zohran Mamdani, memenangkan sengketa rekening pensiun senilai 5,2 juta dolar AS (Rp93,9 miliar).
Putusan itu datang pada saat yang sangat menentukan bagi DSA. Organisasi tersebut bukan hanya sedang mengalami pertumbuhan anggota, tetapi juga menikmati rangkaian kemenangan politik melalui kandidat-kandidat sosialis yang bertarung dari dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat.
Kemenangan hukum tersebut berawal dari penetapan penerima manfaat rekening pensiun milik David Greenberg, profesor sosiologi New York University (NYU) yang meninggal pada 2024.
Greenberg menetapkan kedua orang tuanya sebagai penerima manfaat utama. Namun, apabila keduanya telah meninggal, rekening itu diberikan kepada New American Movement atau organisasi mana pun yang menjadi penerusnya.
Kedua orang tua Greenberg meninggal lebih dahulu. Setelah Greenberg wafat, DSA mengajukan klaim atas dana tersebut dengan alasan organisasi itu merupakan penerus New American Movement.
New American Movement bergabung dengan Democratic Socialist Organizing Committee pada 1982. Penggabungan kedua kelompok itulah yang melahirkan Democratic Socialists of America, sebagaimana diberitakan dengan Foxnews pada Sabtu (1/8/2026).
Hakim Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York, Paul A Engelmayer, akhirnya menerima argumentasi DSA. Dalam putusan perkara Hecht versus New York University pada 27 Juli 2026, hakim menyatakan bukti yang diajukan menunjukkan DSA mengambil alih posisi, aset, serta kewajiban organisasi-organisasi yang membentuknya.
Hakim juga menilai istilah “penerus” dalam dokumen Greenberg tidak mensyaratkan keberadaan penerus hukum dengan bentuk administratif tertentu. Dalam pengertian umum, DSA dinilai jelas merupakan organisasi yang datang setelah dan menggantikan New American Movement. Greenberg sendiri tercatat sebagai anggota DSA yang membayar iuran selama periode yang dapat dilacak melalui arsip elektronik organisasi.
Sengketa Warisan Keluarga
Gugatan diajukan Martin Hecht, keponakan Greenberg, pada April 2025. Pihak keluarga mempersoalkan apakah DSA benar-benar memenuhi syarat sebagai penerus sah New American Movement.
Pihak harta warisan juga menuduh NYU gagal menjalankan kewajiban fidusia. Universitas dinilai semestinya secara berkala memastikan bahwa penunjukan penerima manfaat yang dibuat puluhan tahun sebelumnya masih sesuai dengan kehendak Greenberg menjelang kematiannya.
Argumen itu tidak meyakinkan pengadilan. Hakim menyatakan pihak keluarga tidak menunjukkan bukti bahwa NYU lalai. Universitas juga tidak memiliki kewajiban hukum melakukan pendekatan personal kepada Greenberg untuk menanyakan kembali setiap penunjukan penerima manfaat rekening pensiunnya.
Selain rekening senilai 5,2 juta dolar AS atau sekitar Rp93,9 miliar yang dimenangkan DSA, terdapat rekening lain senilai 1,3 juta dolar AS. Dengan kurs yang sama, nilainya mencapai sekitar Rp23,5 miliar. Rekening kedua tersebut masuk ke dalam harta warisan Greenberg tanpa sengketa.

3 hours ago
2















































