Tol Masih Macet di Arus Balik Lebaran, Ternyata Ini Biang Keroknya

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepadatan panjang yang kerap terjadi di gerbang tol saat arus mudik Lebaran ternyata bukan semata karena lonjakan volume kendaraan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengungkap salah satu penyebab utama kemacetan justru berasal dari hal yang sering dianggap sepele oleh pengguna jalan, yakni saldo uang elektronik yang tidak mencukupi.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, fenomena ini berdampak langsung pada antrean kendaraan di gerbang tol.

"Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean di gerbang tol," ujar Rivan saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).

Aktivitas pengisian ulang saldo di gerbang tol memperlambat proses transaksi yang seharusnya berlangsung cepat. Ketika ribuan kendaraan melakukan hal serupa dalam waktu bersamaan, antrean panjang pun tak terhindarkan.

Kondisi ini diperkirakan berpotensi kembali terjadi saat arus balik, khususnya di Gerbang Tol Cikampek Utama yang menjadi titik krusial pertemuan arus kendaraan dari Trans Jawa menuju Jakarta. Karena itu, pengguna jalan diimbau untuk lebih siap sebelum memulai perjalanan.

Kendaraan terjebak kemacetan di KM 48 Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Jawa Barat, Senin (15/4/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Kendaraan terjebak kemacetan di KM 48 Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Jawa Barat, Senin (15/4/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Kendaraan terjebak kemacetan di KM 48 Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Jawa Barat, Senin (15/4/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Rivan menegaskan pentingnya memastikan saldo cukup sejak awal perjalanan, terutama bagi pengguna yang menempuh jarak jauh.

"Siapkan saldo e-toll cukup bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus, khususnya dari arah Trans Jawa menuju Jakarta," katanya.

Untuk perjalanan dari Semarang menuju Jakarta, pengguna kendaraan golongan I disarankan menyiapkan saldo minimal Rp500.000. Sementara itu, bagi yang berangkat dari Surabaya menuju Jakarta, saldo minimal yang dianjurkan mencapai Rp1.000.000.

Selain itu, pengguna jalan juga diingatkan terkait sistem transaksi tertutup di Tol Trans Jawa. Dalam sistem ini, kartu yang digunakan saat masuk harus sama dengan kartu saat keluar. Artinya, pengguna tidak bisa mengganti kartu lain jika saldo tidak mencukupi di tengah perjalanan.

Jasa Marga juga menekankan bahwa gangguan kecil di gerbang tol dapat berdampak besar terhadap kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas menjadi faktor penting untuk menjaga arus tetap lancar.

(fys/wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|