Tidak Buka Pendaftaran, Kemensos Andalkan DTSEN untuk Program Sekolah Rakyat

3 hours ago 2

Siswa dan siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Probolinggo, Jawa Timur, sedang belajar desain grafis, berkegiatan, Kamis (16/4/2026)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Kementerian Sosial (Kemensos) RI menegaskan, pihaknya tidak membuka pendaftaran siswa Sekolah Rakyat. Sebab, Sekolah Rakyat tidak terbuka untuk seluruh kalangan masyarakat.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, pihaknya mengandalkan basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk merekrut calon siswa Sekolah Rakyat. Dengan begitu, program pemerintah pusat ini akan lebih tepat sasaran.

"Kami tidak membuka pendaftaran untuk Sekolah Rakyat. Jadi, yang ada adalah penjangkauan dengan basis DTSEN untuk keluarga paling tidak mampu," kata sosok yang akrab disapa Gus Ipul ini kepada kantor berita Antara di Bandar Lampung, Lampung, pada Ahad (26/4/2026).

Untuk memastikan Sekolah Rakyat tepat sasaran, Kemensos juga melakukan penjangkauan di tempat-tempat tertentu. Mensos menegaskan, langkah ini dilakukan untuk asistensi agar anak yang melakukan kegiatan-kegiatan yang belum sesuai dengan kebutuhan mereka mau diberikan pendidikan melalui program tersebut.

"Artinya, kami juga proaktif. Misalnya, kami melihat anak-anak di jalan yang masih dalam usia sekolah, tapi melakukan kegiatan-kegiatan yang belum sesuai dengan kebutuhannya, maka mereka akan diasistensi dan dijangkau untuk bisa masuk ke Sekolah Rakyat," katanya menjelaskan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|