Tempe Sukabumi Tembus 12 Negara, PT Azaki Food Internasional Perkuat Ekspor Pangan Indonesia

2 hours ago 5

Ekspor PT Azaki mendapat dukungan Bea Cukai Bogor melalui program Klinik Ekspor.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI - Tempe, pangan tradisional khas Indonesia yang selama ini dikenal sebagai makanan sehari-hari masyarakat, kini semakin menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Melalui inovasi dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan, PT Azaki Food Internasional berhasil membawa produk tempe Indonesia menembus 12 negara dan menjadi salah satu contoh sukses pengembangan pangan lokal berbasis ekspor.

Perjalanan perusahaan bermula pada 2005 ketika H. Ayep Zaki, yang kemudian dikenal dengan nama Azaki, membangun kemitraan dengan para pengrajin tempe lokal di Sukabumi, Jawa Barat. Berangkat dari visi meningkatkan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, ia mengembangkan industri produksi tempe berkualitas tinggi yang terus tumbuh hingga kini.

Produk tempe Azaki mendapat respons positif dari pasar domestik karena dinilai higienis, bergizi, dan terjangkau. Permintaan yang terus meningkat mendorong perluasan jaringan distribusi ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Palangkaraya, Banjarmasin, Pekanbaru hingga Abepura. Saat ini, jaringan produksi perusahaan telah menjangkau lebih dari 80 kota di seluruh Indonesia.

Transformasi besar perusahaan terjadi pada 2015 ketika Cucup Ruhiyat bergabung sebagai mitra strategis dan memperkuat sistem operasional perusahaan. Langkah tersebut berlanjut pada 2019 saat Cucup mendirikan PT Azaki Food Internasional dan menjabat sebagai CEO. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan mulai serius menggarap pasar ekspor.

Momentum penting terjadi pada 17 Juni 2021 ketika ekspor perdana tempe ke Jepang berhasil dilakukan. “Ekspor perdana kami pada 17 Juni 2021 ke Jepang adalah langkah berani kami yang penuh harap,” kata Cucup.

Sejak saat itu, pasar ekspor perusahaan terus berkembang. Produk tempe Azaki kini telah dipasarkan ke 12 negara, yakni Malaysia, Thailand, Filipina, Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, India, Qatar, Arab Saudi, Kanada, dan Amerika Serikat. Keberhasilan tersebut turut mengantarkan PT Azaki Food Internasional meraih penghargaan Primaniyarta dari Kementerian Perdagangan pada 2025 atas kontribusinya dalam pengembangan ekspor produk olahan kedelai.

Selain meningkatkan nilai ekspor, perusahaan juga memberikan dampak ekonomi yang luas. “Hingga kini, PT Azaki telah menciptakan ratusan lapangan pekerjaan mulai dari petani kedelai, pekerja produksi, hingga tim pemasaran ekspor,” ujar Cucup.

Dari sisi kualitas, perusahaan menerapkan standar produksi modern dengan berbagai sertifikasi internasional, antara lain BPOM, halal, HACCP, FSSC, US FDA, dan China GACC. Untuk menjaga mutu produk, setiap hari sampel produksi diuji di laboratorium independen guna memastikan bebas dari kontaminasi bakteri berbahaya. Untuk menjawab tantangan distribusi produk berbasis tempe yang memiliki daya tahan terbatas, perusahaan juga mengembangkan berbagai produk inovatif untuk pasar global.

“Kami terus berinovasi untuk menembus pasar internasional. Dari tempe tradisional basah yang sulit didistribusikan, lalu kami kembangkan varian baru yang praktis tahan lama dan siap saji. Produk-produk ini dirancang khusus agar disukai konsumen global yang mencari makanan sehat berbasis protein nabati. Varian unggulan untuk ekspor meliputi, frozen tempe, tempe chips, ready meal tempe, protein crunchy bites, dan tempe flour,” kata Cucup.

Keberhasilan ekspor PT Azaki turut mendapat dukungan dari Bea Cukai Bogor melalui program Klinik Ekspor. Pendampingan yang diberikan mencakup asistensi dokumen dan pemahaman regulasi ekspor internasional. “Dukungan ini tidak hanya meminimalkan risiko kesalahan administratif, tetapi juga membekali tim PT Azaki dengan pengetahuan regulasi bea cukai global,” kata Cucup.

Kepala Bea Cukai Bogor, Chotibul Umam, menilai keberhasilan PT Azaki menunjukkan besarnya peluang produk pertanian Indonesia di pasar global. “Produk pertanian ini lumayan dicari di pasar luar negeri dan bahkan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan Bea Cukai Bogor akan terus mendukung UMKM berorientasi ekspor melalui program pendampingan yang berkelanjutan. “Bea Cukai Bogor berkomitmen memberikan asistensi dan pendampingan yang optimal kepada para pengusaha UMKM yang ingin melakukan ekspor. Karena pada dasarnya semua orang bisa berpartisipasi dalam kegiatan ekspor,” kata Chotibul.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|