REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Sebuah tank baru yang disebut-sebut sebagai masa depan kekuatan darat Eropa muncul di Paris. Nilai proyeknya mencapai 23 miliar euro atau sekitar Rp471 triliun, sementara potensi ekspornya diperkirakan bisa menembus 50 miliar euro (Rp1.024 T).
Tank itu bukan sekadar kendaraan tempur baru. Di balik lapisan baja dan sistem persenjataannya, tersimpan ambisi Italia dan Jerman untuk membangun pusat industri pertahanan darat Eropa yang mampu bersaing di pasar global.
Pertanyaannya, apakah Eropa sedang menyiapkan generasi baru tank untuk menghadapi era perang berikutnya?
Tank tersebut diperkenalkan dalam pameran pertahanan terbesar Eropa, Eurosatory 2026, yang digelar di dekat Paris. Dua raksasa industri pertahanan Eropa, Leonardo dari Italia dan Rheinmetall dari Jerman, tampil bersama memperkenalkan hasil kolaborasi mereka melalui perusahaan patungan Leonardo Rheinmetall Military Vehicles (LRMv).
Kemitraan ini sebenarnya baru berusia dua tahun. Perusahaan patungan tersebut dibentuk pada 2024 dengan komposisi kepemilikan yang sama besar, masing-masing 50 persen. Kantor pusatnya berada di Roma, sementara pusat operasionalnya ditempatkan di La Spezia, Italia.
Namun yang menarik bukanlah alamat kantornya, melainkan skala proyek yang sedang mereka bangun.
Semuanya bermula dari keputusan Italia memodernisasi armada kendaraan tempurnya. Roma telah menyiapkan dana sekitar 8,2 miliar euro (Rp167 T) untuk membeli sekitar 270 tank baru.
Awalnya Italia sempat mencoba bekerja sama dengan perusahaan Prancis KNDS. Namun negosiasi gagal. Saat itulah Rheinmetall masuk dan menawarkan platform yang kemudian menjadi dasar tank generasi baru tersebut.
Lalu seperti apa kemampuan kendaraan yang kini menjadi perhatian banyak negara Eropa itu? Secara teknis, tank baru tersebut dibangun dari platform Panther buatan Rheinmetall. Namun yang membuatnya menonjol adalah lapisan perlindungan dan sistem digital yang dibawanya.
Tank ini dilengkapi sistem perlindungan aktif StrikeShield, teknologi yang dirancang untuk mendeteksi lalu menghancurkan roket atau rudal yang datang sebelum menghantam kendaraan. Dalam skenario pertempuran modern, beberapa detik bisa menentukan hidup dan mati awak tank, sebagaimana diberitakan Euronews pada Kamis (19/6/2026).
Belum cukup sampai di situ. Sistem lain mampu menciptakan tirai asap otomatis yang menyelimuti kendaraan ketika ancaman terdeteksi. Tujuannya sederhana: membuat tank "menghilang" dari pandangan musuh pada saat paling kritis.
Di atas menaranya juga terpasang meriam tambahan kaliber 30 milimeter yang memberikan kemampuan tempur lebih besar terhadap sasaran jarak dekat maupun ancaman drone yang semakin mendominasi medan perang modern.

1 hour ago
2

















































