REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT TASPEN (Persero) menerima kunjungan benchmark penyelenggaraan kearsipan dari PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau IndonesiaRe. Kegiatan benchmark berlangsung Jumat, 20 Februari 2026, di Kantor Pusat TASPEN.
Kegiatan ini bagian dari komitmen bersama sebagai kualitas pengelolaan arsip dan menjadi forum diskusi dan pembelajaran bersama terkait pengelolaan dokumen perusahaan secara digital dan fisik serta memperkuat sinergi antar instansi dalam mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang tertata, aman dan berkelanjutan.
Kunjungan ini diterima langsung Kepala Unit Kearsipan sekaligus Corporate Communication and Media Relations Department Head TASPEN, Rizky Bachrudin. Dari pihak IndonesiaRe, benchmarking ini dihadiri Arthur Daniel PS, Corporate Secretary and Protocoler Department Head, bersama jajaran terkait.
Corporate Secretary TASPEN, Henra menyatakan, benchmarking ini menjadi wadah pembelajaran bersama sekaligus sarana berbagi praktik pengelolaan arsip yang telah diterapkan di masing-masing perusahaan.
“Sejalan dengan kegiatan benchmarking ini, TASPEN terus berkomitmen memperkuat sistem persuratan dan pengelolaan arsip melalui berbagi pengalaman pengelolaan dokumen,” ujar Henra dalam keterangan Kamis (26/2/2026).
Dalam benchmarking ini, IndonesiaRe tak hanya mempelajari praktik kearsipan yang diterapkan TASPEN. Beberapa aspek yang menjadi fokus antara lain sistem persuratan digital, pengelolaan arsip berbasis digital, proses pengarsipan fisik, serta tata kelola dokumen perusahaan.
Selain itu, TASPEN membagikan pengalaman pengelolaan arsip yang telah dijalankan di lingkungan TASPEN.
Beberapa di antaranya melalui koordinasi dan pembinaan berkelanjutan dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), penerapan tata naskah dinas berbasis digital, serta penggunaan tanda tangan elektronik (TTE) pada dokumen kedinasan guna meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keabsahan dokumen perusahaan.
TASPEN terus melakukan transformasi dalam penyelenggaraan kearsipan, salah satunya melalui inovasi penggabungan arsip layanan dan keuangan guna meningkatkan efisiensi operasional.
Langkah ini didukung pengelolaan siklus hidup arsip yang tertib. Sejak 2021 TASPEN memusnahkan 1.036.103 (satu juta tiga puluh enam ribu seratus tiga) arsip dengan masa retensi di bawah maupun di atas 10 tahun, sesuai kaidah kearsipan nasional.
Kegiatan benchmarking ini melengkapi kunjungan serupa yang sebelumnya dilakukan Bank Kalsel pada awal 2026, sebagai indikator konsistensi kualitas kearsipan yang diterapkan TASPEN.
Selain tertib administrasi, TASPEN turut berkontribusi dalam pelestarian memori kolektif bangsa melalui penyerahan arsip bernilai guna permanen (statis) kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada 2022.
Kini transformasi kearsipan TASPEN memasuki babak baru melalui roadmap penyelenggaraan kearsipan 2025-2029 demi mewujudkan tata kelola kearsipan yang modern dan unggul.
Upaya penguatan tata kelola arsip ini selaras dengan agenda pemerintah mendorong birokrasi yang profesional, transparan, dan akuntabel, sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Melalui pengelolaan arsip dan sistem persuratan yang tertib dan terintegrasi, TASPEN mendukung terwujudnya tata kelola perusahaan yang modern dan adaptif terhadap transformasi digital.

2 hours ago
2

















































