Sumenep maksimalkan imunisasi rutin pascapencabutan status KLB Campak.
REPUBLIKA.CO.ID, SUMENEP, – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meningkatkan pelaksanaan imunisasi rutin setelah pencabutan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang sebelumnya menyebabkan 2.411 anak terinfeksi dan 20 meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep, Achmad Syamsuri, menjelaskan bahwa pencabutan status KLB dilakukan berdasarkan pemantauan terpadu oleh tim gabungan Pemkab Sumenep serta cakupan imunisasi campak rubela yang mencapai 94,7 persen dari total sasaran 73.969 anak.
"Kami menginstruksikan para tenaga kesehatan di semua kecamatan, baik daratan maupun kepulauan, untuk proaktif turun ke masyarakat dan meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pola hidup sehat," ujar Syamsuri di Sumenep pada Senin.
Menurut Syamsuri, status KLB dapat dicabut setelah melalui dua tahap observasi selama masing-masing 21 hari sesuai standar penanganan penyakit menular. Meski status KLB telah dicabut, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan oleh masyarakat dan tenaga kesehatan di seluruh wilayah Sumenep.
Dengan langkah ini, Dinas Kesehatan-P2KB Sumenep berharap dapat mempertahankan kondisi pasca-KLB dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 month ago
28

















































