Studi: Kebiasaan Membaca dan Menulis Bisa Turunkan Risiko Demensia Hingga 40 Persen

3 hours ago 3

Demensia (ilustrasi). embaca, menulis, serta mempelajari satu atau dua bahasa asing disebut dapat menurunkan risiko demensia hingga hampir 40 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Membaca, menulis, serta mempelajari satu atau dua bahasa asing disebut dapat menurunkan risiko demensia hingga hampir 40 persen. Hal ini merujuk pada penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal American Academy of Neurology.

Demensia adalah salah satu ancaman kesehatan terbesar di dunia. Jumlah penderitanya diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat menjadi lebih dari 150 juta secara global pada tahun 2050, sehingga menghadirkan tantangan besar bagi sistem kesehatan dan layanan sosial di berbagai negara.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Rush University Medical Center AS menemukan bahwa aktivitas seperti membaca, menulis, atau mempelajari bahasa asing, dikaitkan dengan risiko penyakit Alzheimer yang lebih rendah. Alzheimer adalah bentuk demensia yang paling umum.

Penulis studi, Andrea Zammit, mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan kognitif di usia lanjut dipengaruhi oleh kebiasaan yang mengasah otak atau intelektual seperti membaca. "Temuan kami menunjukkan, ketika Anda sepanjang hidup konsisten melakukan aktivitas yang mengasah otak, hal itu akan bisa membantu mencegah penyakit kognitif. Jadi menumbuhkan kecintaan membaca dan belajar sejak dini dapat membantu mencegah demensia di usia tua," kata Zammit, dilansir laman The Guardian, Ahad (15/2/2026).

Para peneliti mengamati 1.939 peserta dengan usia rata-rata 80 tahun yang tidak menderita demensia pada awal penelitian. Peserta diamati selama rata-rata delapan tahun. Mereka juga diminta mengisi survei tentang aktivitas kognitif dan sumber pembelajaran dalam tiga tahap kehidupan yaitu masa awal (sebelum usia 18 tahun), usia paruh baya, serta usia lanjut.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|