Stok Beras Digenjot, Bulog Siapkan Langkah Hadapi Kemarau Panjang

3 hours ago 4

Stok Beras Digenjot, Bulog Siapkan Langkah Hadapi Kemarau Panjang Foto ilustrasi beras. / Freepik

Harianjogja.com, SURABAYA— Antisipasi dampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai diperkuat dengan strategi menjaga cadangan pangan nasional. Perum Bulog memastikan stok beras tetap aman melalui peningkatan serapan dan koordinasi lintas sektor.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut langkah antisipatif telah dilakukan menyusul informasi potensi El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

"Jadi kami sudah antisipasi terkait dengan kemarin adanya informasi dari BMKG kemungkinan besar di pertengahan tahun akan terjadi El Nino," ujarnya saat ditemui di Pasar Wonokromo, di Surabaya, Sabtu.

Koordinasi juga dilakukan bersama Kementerian Pertanian untuk menyiapkan langkah mitigasi di lapangan.

"Nah El Nino ini kami kemarin sudah rapat dengan Kementerian Pertanian, dibimbing Pak Mentan langsung mengantisipasi dan memitigasi terkait ancaman tersebut," katanya.

Sejumlah upaya teknis disiapkan untuk menjaga produksi tetap stabil, di antaranya melalui pompanisasi serta penambahan alat dan mesin pertanian.

"Solusinya di antaranya dari Kementerian Pertanian akan menambahkan pompanisasi kemudian juga memberikan tambahan alsintan, sehingga harapannya tingkat produksi tidak menurun, bahkan berpotensi meningkat," ujarnya.

Di sisi lain, Rizal menilai El Nino tidak sepenuhnya berdampak negatif karena bertepatan dengan masa panen padi di sejumlah wilayah.

"Karena di bulan-bulan tersebut adalah puncak-puncaknya panen padi. Nah kalau panen padi itu malah kita senang yang kering, karena hasilnya jadi lebih bagus," katanya.

Dari sisi pengadaan, Bulog mencatat realisasi penyerapan beras telah melampaui 35 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.

"Pengadaan sekarang sudah mencapai di atas 35 persen dari target 4 juta ton yang diperintahkan Bapak Presiden kepada Bulog untuk menyerap beras tersebut," ujarnya.

Cadangan beras yang dikuasai Bulog saat ini juga mencapai 4,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

"Ini adalah stok tertinggi. Tahun lalu tertinggi 4,2 juta ton, sekarang sudah melampaui," katanya.

Ia optimistis jumlah tersebut masih akan bertambah dalam waktu dekat, seiring masuknya masa panen di berbagai daerah. "Prediksi kami akhir April atau masuk Mei bisa tembus sekitar 5 juta ton," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|