Smotrich: Perang AS-Iran Paling Ideal, Israel tak Perlu Ikut

1 week ago 33

REPUBLIKA.CO.ID, TELAVIV -- Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyebut berlanjutnya perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran sebagai hasil yang paling ideal bagi Israel, selama warga Israel tidak harus ikut bertempur secara langsung.

"Israel tidak memiliki kepentingan untuk bergabung dalam kampanye militer ini—situasi saat ini adalah yang terbaik bagi kita," ujar menteri ekstrem kanan itu pada Selasa(21/7/2026), sebagaimana dikutip media Kan news yang dilansir laman Middle East Eye.

Pernyataan tersebut disampaikan Smotrich dalam Konferensi Katif untuk Tanggung Jawab Nasional, sebuah forum tahunan yang mempromosikan pemukiman kembali warga Israel secara ilegal di Jalur Gaza.

Smotrich secara berulang kali mendesak agar Israel menduduki wilayah kantong tersebut, menerapkan pemerintahan militer, serta membangun pemukiman ilegal di sana sembari menyerukan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina.

Israel dan AS memulai perang ini melalui serangan terkoordinasi terhadap Iran pada 28 Februari lalu, setelah Israel melobi Washington untuk masuk ke dalam konflik. Langkah ini memicu tanggapan balasan dari Tehran yang menargetkan aset-aset militer AS di seluruh wilayah kawasan.

Perang kembali membara awal bulan ini ketika AS menggempur sejumlah target di Iran, yang dibalas Iran dengan menyerang aset-aset AS di kawasan tersebut. Hingga saat ini, Israel belum terlibat langsung dalam pertempuran terbaru itu.

Meski demikian, Smotrich menegaskan bahwa Israel tetap menginginkan perang ini mencapai tujuan strategisnya."[Kita] harus ingat bahwa tujuan utama Israel—dan belum tentu menjadi tujuan utama Amerika Serikat—adalah merusak dan melemahkan rezim di Iran, hingga ke titik menggulingkannya."

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|