Iran Bantah Bernegosiasi dengan AS, Hanya Berunding dengan Oman Soal Selat Hormuz

3 hours ago 4

Warga Iran berkendara melewati papan reklame besar yang bertuliskan kalimat dalam bahasa Persia yakni Selat Hormuz tetap ditutup di Alun-alun Enghelab di Teheran, Iran, pada 22 April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Seorang sumber yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, tim negosiasi Iran membantah laporan yang menyebutkan adanya pembicaraan langsung antara Teheran dan Washington. Sumber itu seperti dikutip Kantor Berita Fars, Selasa (4/8/2026), mengatakan bahwa Iran hanya berunding dengan Oman terkait pengaturan Selat Hormuz ke depannya.

Sumber itu juga menambahkan bahwa jika kesepakatan tercapai di Muscat, kesepakatan itu tidak cukup untuk bsa membuka sepenuhnya Selat Hormuz. Sejak awal negosiasi, Iran menegaskan bahwa rute selatan Selat Hormuz ilegal dan tidak aman.

Iran menilai rute selatan tercipta berdasarkan "pelanggaran janji AS" dan tekanan terhadap Oman. Teheran memandang rute alternatif itu sebagai pelanggaran atas hak kedaulatan dan telah menolak upaya AS dan negara-negara kawasan untuk membuat rute itu menjadi permanen.

Menurut sumber tadi, pembicaraan antara Iran dan Oman bertujuan unuk mengesahkan sebuah "koridor tengah", sebuah rute yang didesain untuk menghormati hak kedaulatan Iran sembari menimbang faktor keamanan Oman. Jika AS dan negara kawasan tidak mengganggu dialog bilateral antara Teheran dan Muscat, sebuah kesepakatan bisa dicapai dalam waktu dekat.

Iran menegaskan, masih ditutupnya Selat Hormuz karena "ketidakpatuhan AS". Kondisi Selat Hormuz pun tidak akan kembali seperti beberapa bulan terakhir hingga AS menghentikan agresi dan tuntutan Iran dipenuhi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|