Kapal induk serbu amfibi USS Tripoli (LHA 7), kanan, berlayar di samping kapal induk serbu amfibi USS America (LHA 6) saat latihan foto di Laut Cina Timur, 17 September 2022.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN --Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Senin (6/4/2026), mengumumkan, bahwa Angkatan Laut dan Angkatan Udara telah melaksanakan serangkaian operasi gabungan. Operasi ini berdampak luas terhadap basis komando, operasional, logistik, serta infrastruktur militer-industri milik AS dan Israel.
Dikutip dari Tasnim News, operasi besar-besaran ini pun memaksa kapal serbu amfibi Angkatan Laut AS LHA-7 untuk mundur. Pada tahap pertama operasi, pasukan angkatan laut IRGC menargetkan secara presisi kapal kargo Israel SDN7 dengan rudal jelajah, yang kemudian terbakar hebat setelah dihancurkan.
IRGC juga menyebutkan bahwa wilayah utara dan selatan Tel Aviv, pusat-pusat strategis di Haifa, perusahaan dan pabrik kimia di Be'er Sheva, serta lokasi pasukan militer Israel di Petah Tikva, berhasil dihantam secara akurat oleh rudal balistik Iran. Sementara, sistem pertahanan udara Israel tidak mampu mencegatnya.
IRGC juga menyatakan bahwa kapal serbu amfibi milik militer AS LHA-7, yang membawa lebih dari 5.000 pelaut dan Marinir serta dilengkapi helikopter, turut menjadi sasaran serangan cepat rudal Iran. Sehingga, memaksanya mundur jauh ke Samudra Hindia bagian selatan setelah gelombang serangan tersebut.

4 hours ago
2
















































