Satgas PRR: Praja IPDN bersihkan situs bersejarah Aceh Tamiang.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Sebagai bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dikerahkan untuk membersihkan lumpur di situs bersejarah di Aceh Tamiang, Aceh. Kegiatan ini melibatkan 731 praja yang dikerahkan untuk membersihkan 42 titik lokasi terdampak banjir, termasuk Istana Benua Raja, peninggalan Kerajaan Benua Tunu.
Menurut keterangan dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), para praja merasa bangga mendapatkan kepercayaan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana. I Gusti Ngurah Erlang AW, salah satu praja, mengekspresikan kebanggaannya karena dapat terlibat langsung dalam misi kemanusiaan ini. "Kami merasa diberi tugas melaksanakan misi kemanusiaan. Kami sangat merasa senang dan bangga, apalagi kebanyakan dari kami ini merupakan kesempatan pertama untuk melaksanakan tugas di Aceh," ungkap Erlang.
Berbekal sekop dan kereta dorong, Erlang dan rekan-rekannya bekerja di bawah terik matahari untuk mengeruk lumpur yang mengeras akibat banjir yang menerjang akhir November tahun lalu. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada situs bersejarah, tetapi juga pada pembersihan rumah warga, drainase, dan jalan desa.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, telah meminta para praja IPDN untuk bekerja keras membersihkan lumpur yang masih menumpuk di pemukiman warga. Dalam apel pembukaan praktik kerja lapangan (PKL) gelombang ketiga pada Sabtu (4/4), Tito menekankan pentingnya upaya ini sebagai bagian dari percepatan pemulihan lingkungan di Aceh Tamiang, yang mengalami endapan lumpur setinggi 4 hingga 5 meter akibat banjir.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
1
















































