Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump, pada KTT para pemimpin G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019.
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Arab Saudi dilaporkan mendorong AS untuk memprioritaskan pengamanan gencatan senjata di Lebanon guna mempertahankan perundingan dengan Iran. Ini menandakan kerajaan tersebut beralih ke upaya mediasi untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Middle East Eye melaporkan, Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman menekan Presiden AS Donald Trump tentang pentingnya gencatan senjata di Lebanon melalui panggilan telepon pribadi pada Rabu, kata para pejabat Arab dan Barat.
Trump mengumumkan gencatan senjata 10 hari pada Kamis sore, yang oleh beberapa pejabat dikaitkan dengan lobi kerajaan.
Masih belum jelas apakah Israel akan mematuhi perjanjian tersebut dan seberapa besar tekanan yang akan diberikan Trump terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sementara itu, Hizbullah mengkritik pemerintah Lebanon karena melakukan pembicaraan langsung dengan Israel.
“Muhammad bin Salman ingin Selat Hormuz dibuka kembali, dan dia mengatakan kepada Trump bahwa gencatan senjata di Lebanon sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut dan mengakhiri perang,” kata pejabat barat yang mengetahui percakapan kedua pemimpin tersebut kepada MEE.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan kemungkinan akan bertemu minggu depan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, kata para pejabat AS dan Arab kepada MEE.
Dia mungkin akan bergabung dengan Menteri Pertahanan Khalid bin Salman, saudara laki-laki putra mahkota dan penasihat dekat, tambah mereka. Para pejabat Saudi juga telah menyebarkan dokumen negosiasi, kata seorang pejabat Barat dan Arab kepada MEE.
Trump mengatakan pekan lalu bahwa Netanyahu setuju untuk “mengurangi” pertempuran di Lebanon, menyusul keluhan Iran mengenai berlanjutnya serangan Israel, namun gencatan senjata resmi kemungkinan akan berdampak lebih jauh.
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dan seorang negosiator terkemuka telah mendesak gencatan senjata di Lebanon agar pembicaraan yang bermakna dengan AS dapat dilakukan. Gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran, yang diumumkan oleh Pakistan, secara eksplisit menyatakan bahwa hal itu mencakup negara Mediterania, namun Israel terus menyerang Lebanon.

7 hours ago
2















































