Mushola Al Ikhlas yang berada di Rusunawa Waduk Pluit, Jakarta, Rabu (15/8).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tempat penampungan sementara (TPS) di Rumah Susun (Rusun) Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, dilaporkan penuh tumpukan sampah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu terjadi dikarenakan adanya antrean pembuangan ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku turut memantau kondisi sampah yang menumpuk di TPS Rusun Waduk Pluit. Menurut dia, kondisi itu disebabkan kapasitas pembuangan ke TPST Bantargebang masih dibatasi sejak insiden longsor yang terjadi pada Maret 2026.
"Seperti kita ketahui, di Rusun Waduk Pluit karena adanya keterlambatan antrean di TPST-TPST yang ada, kemudian ke Bantargebang, terjadi penumpukan," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/7/2926).
Meski begitu, Pramono mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan pengangkutan sampah di Rusun Waduk Pluit. Ia menargetkan, sampah di lokasi itu dapat ditangani dalam waktu maksimal 10 hari.
"Saya sudah meminta untuk diselesaikan selambat-lambatnya 8 sampai 10 hari," kata dia.
Ia menyatakan, saat ini tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah terjun ke lokasi untuk melakukan pengangkutan. Sejumlah alat berat juga telah diturunkan untuk mempercepat proses pengangkutan sampah tersebut.
"Hari ini yang sudah bekerja ada satu alat berat, tiga unit truk, dan sepuluh personel yang bekerja di lapangan. Satu sampai dua hari ke depan akan kami tambah. Mudah-mudahan 8 sampai 10 hari akan selesai," ujar Pramono.

3 hours ago
2

















































