Utusan Gedung Putih untuk Timur Tengah Steve Witkoff.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) mengingatkan Rusia agar tidak membagi informasi intelijen kepada Iran. Menurut Washington, langkah Moskow menyediakan intelijen untuk Iran dalam perang melawan AS dan Israel tidak dapat diterima.
Pesan itu dinyatakan oleh utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, yang berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One.
"Saya nyatakan itu dengan tegas," kata Witkoff. Dia berharap Rusia menerima peringatannya.
Adapun, Donald Trump mengatakan, Washington tidak mendapatkan konfirmasi bahwa Moskow membantu Iran dengan informasi intelijen. Namun, jika benar demikian, kata Trump, hal itu tidak mengubah kondisi di lapangan.
"Kami tidak tahu. Tapi situasi tidak baik. Jika mereka menerima informasi, itu tidak banyak membantu mereka," kata Trump.
Laporan Washington Post dilansir Anadolu pada Jumat (6/3/2026), mengungkap bahwa Rusia menyediakan informasi intelijen kepada Iran terkait titik-titik aset militer AS di Timur Tengah. Itulah mengapa rudal dan drone Iran sejauh ini sangat akurat menghantam aset militer AS yang mereka targetkan.
Sumber anonim Washington Post menyebutkan bahwa Rusia menyediakan informasi sejak perang dimulai Sabtu pekan lalu, yakni lokasi aset militer AS, termasuk kapal-kapal dan jet tempur diparkir. "Itu terlihat seperti sebuah upaya (bantuan) yang cukup komprehensif," ujar salah satu sumber.

4 hours ago
2















































