Remaja Berbagi Vape Sama Temannya, Berakhir Koma Akibat Meningitis

8 hours ago 2

Penjual mencoba rokok elektronik (vape) (ilustrasi). Remaja berusia 18 tahun asal Norwich, Inggris, Sian Alderton, mengalami koma setelah berbagi vape bersama temannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siapa sangka, sebuah kebiasaan yang dianggap lazim dan "gaul" di kalangan anak muda bisa berubah menjadi mimpi buruk yang mengancam nyawa. Bagi Sian Alderton, seorang remaja berusia 18 tahun asal Norwich, Inggris, Sabtu malam yang menyenangkan bersama teman-temannya pada Oktober 2024 hampir menjadi malam terakhir dalam hidupnya.

Kisah mengerikan ini bermula dari hal yang sangat sepele yaitu berbagi vape atau rokok elektrik dengan teman-temannya. Hanya selang dua hari setelah pesta tersebut, Alderton mulai merasakan gejala yang tidak biasa. Ibunya, Kerrie Durrant, menyadari ada sesuatu yang salah ketika putrinya yang biasanya mandiri tiba-tiba menjadi sangat manja dan enggan beranjak dari tempat tidur.

"Sekitar jam 8 malam dia bilang, 'Bu, aku merasa tidak enak badan.' Dia ingin tidur di kasurku, dia tidak pernah ingin tidur di kasurku saat sakit, jadi dia sangat menempel padaku," ujar Durrant dilansir laman People pada Senin (23/3/2026) waktu setempat.

Sepanjang malam, sang ibu terus terjaga mendengar putrinya gelisah. Kondisi putrinya memburuk dengan sangat cepat. Durrant memperhatikan putrinya terus-menerus merasa haus dan minum air dalam jumlah yang sangat banyak, namun tubuhnya kaku dan sulit digerakkan.

Saat mencoba ke kamar mandi, Alderton bahkan harus merangkak karena rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya. "Saat itulah saya bergumam, 'Tunggu sebentar, ada yang tidak beres'," ujarnya.

Tanpa membuang waktu, ia langsung melarikan Alderton ke rumah sakit. Keputusan cepat sang ibu ternyata menjadi penyelamat.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|