1,9 Juta Kendaraan Arus Balik Sudah Kembali ke Jakarta

4 hours ago 2

Sejumlah pengemudi menunggu di luar kendaraannya saat antre untuk memasuki kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Selasa (24/3/2026). Dirut ASDP Heru Widodo menyatakan, puncak arus balik gelombang pertama di pelabuhan Bakauheni diprediksi terjadi pada 24-25 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua diprediksi pada 28-29 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan sebanyak 58 persen kendaraan arus balik telah kembali ke Jakarta hingga Rabu (25/3/2026). Angka tersebut menjadi indikator pergerakan arus balik mulai melandai di sejumlah ruas Tol Trans Jawa.

Ia mengungkapkan, total kendaraan yang telah masuk Jakarta mencapai sekitar 1.958.000 unit. Sisa arus balik diperkirakan masih mencapai 1,4 juta kendaraan yang akan bergerak hingga akhir periode Operasi Ketupat.

“Kalau kita melihat sampai saat ini itu sudah hampir 58 persen. Jadi sudah 1.958.000 ya, dan sisa 1,4,” kata Agus di Pos Terpadu Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, dari sisa kendaraan tersebut, sekitar 250.000 kendaraan menjadi fokus pengelolaan pada fase akhir arus balik. Pergerakan kendaraan diperkirakan masih akan berlangsung hingga 29 Maret 2026.

Agus menyebut kondisi arus lalu lintas saat ini relatif terkendali. Puncak arus balik disebut telah terlewati dengan volume tertinggi mencapai 256.338 kendaraan, melampaui capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dan tadi jam 10 kami evaluasi dengan Pak Dirgakkum, dengan pejabat utama Korlantas Polri dan Satgas Kamseltibcarlantas, kondisi arus lalu lintas mulai landai. Jadi cukup terkendali,” ujarnya.

Korlantas juga melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas secara bertahap. One way nasional pada ruas KM 414 hingga KM 263 telah dicabut dan ruas tersebut kembali dibuka normal dua arah.

Pengaturan lalu lintas tetap difokuskan pada ruas-ruas krusial menuju Jakarta. One way lokal masih diberlakukan dari KM 263 hingga KM 70 untuk menjaga distribusi kendaraan agar tidak menumpuk di titik hilir.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|