PWI DIY Temui Bupati Bantul, Bahas Pengusulan Udin Jadi Pahlawan

5 hours ago 4

PWI DIY Temui Bupati Bantul, Bahas Pengusulan Udin Jadi Pahlawan

PWI DIY bersama Tim Ad Hoc menemui Bupati Bantul untuk mendorong pengusulan wartawan Udin sebagai Pahlawan Nasional. /Istimewa.

Harianjogja.com, BANTUL— Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Tim Ad Hoc Pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) menemui Bupati Bantul Abdul Halim Muslih untuk memperkuat upaya pengusulan wartawan Harian Bernas tersebut sebagai Pahlawan Nasional.

Audiensi berlangsung di Kantor Bupati Bantul. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses pengumpulan dukungan, dokumen sejarah, dan berbagai bahan yang diperlukan untuk melengkapi pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional.

Ketua PWI DIY, Hudono hadir bersama Anggota Dewan Pakar PWI DIY sekaligus Penasehat Tim Ad Hoc Ahmad Subagya serta Ketua Tim Ad Hoc Ki Bambang Widodo. Sejumlah anggota tim yang turut hadir yakni Ainun Najib, Kusno Utomo, Primaswolo Sudjono, Ikhwanuddin Agus Susanto dan Sigit Purwita.

Audiensi tersebut juga dihadiri para pemimpin redaksi media di Jogja, yakni Pemimpin Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat Octo Lampito, Pemimpin Redaksi Tribun Jogja Taufik Juwariyanto, serta Pemimpin Redaksi Radar Jogja Zaki Mubaroq.

PWI DIY Sampaikan Dokumen Sejarah Udin

Dalam pertemuan itu, PWI DIY memaparkan perkembangan pengusulan Udin, termasuk dokumen sejarah, arsip pemberitaan dan berbagai jejak perjuangannya dalam memperjuangkan kebebasan pers.

Udin dikenal sebagai wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik dengan keberanian. Tulisan-tulisannya pada masa itu menjadi bagian dari dinamika sosial dan politik di Bantul.

Peristiwa yang menimpa Udin setelah menjalankan tugas jurnalistik kemudian menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan kebebasan pers di Indonesia.

PWI DIY menilai pengusulan Udin tidak semata-mata berkaitan dengan penghormatan terhadap seorang wartawan. Upaya tersebut juga dipandang sebagai bagian dari ikhtiar merawat sejarah kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia.

Dalam audiensi tersebut, Hudono turut menyampaikan usulan pemberian nama jalan Fuad Muhammad Syafruddin di Bantul sekaligus mendorong fasilitasi seminar.

Ahmad Subagya mengatakan posisi Bupati Bantul memiliki peran penting dalam membantu Tim Ad Hoc menggali serta melengkapi prasyarat material pengusulan.

Menurutnya, dokumen atau notulensi politik yang tersimpan di Sekretariat DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Bantul dapat menjadi bahan penting dalam proses tersebut.

Karena pengusulan masih berada dalam tahap internal, audiensi kali ini lebih diarahkan untuk membangun komunikasi sekaligus mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bantul.

Pemkab Bantul Buka Ruang Dukungan

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyambut baik usulan agar Udin mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Pemkab Bantul juga membuka ruang untuk membantu proses pengumpulan dokumen sejarah yang berkaitan dengan perjalanan Udin dan berbagai peristiwa di Bantul.

Bagi PWI DIY, dukungan Pemkab Bantul memiliki arti penting karena wilayah tersebut menjadi bagian dari perjalanan sejarah Udin. Arsip dan dokumen yang tersimpan di lingkungan pemerintah maupun lembaga daerah dinilai dapat melengkapi kajian pengusulan.

Selain melengkapi aspek administratif, Tim Ad Hoc juga mendorong penggalian sejarah Udin secara akademis dan objektif. Pemerintah daerah, insan pers, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat Bantul diharapkan turut merawat serta memperkuat narasi sejarah tersebut.

Hudono mengatakan pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional merupakan bagian dari tanggung jawab insan pers dalam menjaga ingatan mengenai perjuangan kebebasan pers.

“Ini bukan hanya tentang Udin sebagai seorang wartawan, tetapi tentang nilai perjuangan, keberanian dan kebebasan pers yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

PWI DIY berharap dukungan Pemkab Bantul dapat menjadi salah satu fondasi dalam proses pengusulan Udin secara berjenjang. Komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah DIY serta kementerian terkait selanjutnya akan terus dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Tim Ad Hoc juga masih melakukan inventarisasi dokumen, kesaksian sejarah, arsip pemberitaan, dan berbagai bukti pendukung lain sebagai bagian dari penyusunan dokumen pengusulan.

Bagi PWI DIY, pengakuan Udin sebagai Pahlawan Nasional nantinya bukan hanya menjadi penghormatan bagi keluarga dan insan pers. Pengakuan tersebut juga diharapkan menjadi simbol bahwa keberanian memperjuangkan kebenaran, kebebasan pers, dan kepentingan publik merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|