PSN Papua Selatan Diproyeksi Serap 15.000 Pekerja pada 2029

6 hours ago 4

PSN Papua Selatan Diproyeksi Serap 15.000 Pekerja pada 2029

Peta Papua Barat / Reddit

Harianjogja.com, JAYAPURA—Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak lapangan kerja baru dengan potensi penyerapan hingga 15.000 tenaga kerja saat memasuki puncak operasional pada 2029. Pemerintah Provinsi Papua Selatan menilai proyek tersebut membuka peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan ekonomi daerah.

Saat ini, ribuan pekerja telah direkrut untuk mendukung berbagai tahapan pembangunan yang sedang berjalan. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengungkapkan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam PSN telah mempekerjakan sekitar 3.500 tenaga kerja.

“Saat ini perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut telah merekrut sekitar 3.500 tenaga kerja untuk mendukung berbagai tahapan pembangunan yang sedang berlangsung,” kata Apolo di Jayapura, Minggu.

Menurutnya, jumlah tenaga kerja yang terserap diperkirakan terus bertambah seiring perkembangan proyek dan dimulainya fase produksi yang ditargetkan berlangsung pada 2027. Pada puncak operasional yang diproyeksikan terjadi pada 2029, PSN Papua Selatan berpotensi menyerap hingga 15.000 tenaga kerja.

Apolo menilai kehadiran PSN di wilayah Papua Selatan memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Ia menjelaskan, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar pelaksanaan PSN di Anim Ha, sebutan bagi Papua Selatan, dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Untuk itu kami berharap diskusi publik bertema PSN dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat ini dapat membuka pandangan dan wawasan masyarakat terkait hal ini,” ujarnya.

Pemprov Papua Selatan, lanjut Apolo, terus menjalin koordinasi dengan perusahaan maupun pelaksana proyek agar masyarakat lokal memperoleh prioritas dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Langkah tersebut dilakukan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh warga setempat.

Selain mendorong penyerapan tenaga kerja lokal, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, serta program vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Kami juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan program vokasi agar tenaga kerja asli Papua memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya.

Komitmen peningkatan kualitas SDM tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat Papua Selatan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh seiring pengembangan PSN.

Upaya tersebut terus didorong bersamaan dengan pelaksanaan berbagai agenda sosialisasi, termasuk diskusi publik bertema “Proyek Strategis Nasional dan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat” yang dihadiri Apolo dan diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih Provinsi Papua di Kantor Gubernur Papua Selatan, Kota Jayapura, Sabtu (30/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|