Drama Pendek China Beralih ke AI, Ratusan Judul Baru Muncul

5 hours ago 5

Jumali

Jumali Minggu, 31 Mei 2026 19:17 WIB

Drama Pendek China Beralih ke AI, Ratusan Judul Baru Muncul

Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Industri drama pendek atau micro drama di Tiongkok terus mengalami transformasi seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pemanfaatan AI generatif kini semakin luas dalam proses produksi konten, mulai dari pembuatan karakter, visual, hingga pengembangan adegan, sehingga mempercepat lahirnya berbagai judul baru di pasar hiburan digital.

MIT Technology review mengungkapkan, drama pendek yang populer dengan sebutan dracin telah berkembang menjadi salah satu segmen hiburan digital dengan pertumbuhan tercepat di Tiongkok. Formatnya yang singkat, umumnya berdurasi satu hingga dua menit per episode, membuat konten ini mudah dikonsumsi pengguna ponsel di sela aktivitas sehari-hari.

Fenomena tersebut mulai berkembang pesat sejak 2018. Cerita yang sarat konflik, plot twist cepat, dan emosi yang intens menjadi daya tarik utama bagi penonton. Dalam waktu relatif singkat, satu musim drama dapat ditonton hingga selesai hanya dalam hitungan puluhan menit.

Juarezopina melaporkan, pertumbuhan industri ini juga tercermin dari nilai pasarnya. Pada 2024, pasar drama pendek di Tiongkok disebut mencapai sekitar 6,9 miliar dolar AS. Angka tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap format hiburan yang dirancang khusus untuk konsumsi digital.

Ekspansi ke pasar internasional turut mempercepat perkembangan industri ini. Sejak 2022, sejumlah perusahaan asal Tiongkok mulai menerjemahkan konten populer ke berbagai bahasa dan memproduksi drama lokal di sejumlah negara. Amerika Serikat menjadi salah satu pasar terbesar yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan industri secara global.

Di tengah pertumbuhan tersebut, penggunaan AI menjadi salah satu faktor yang mengubah pola produksi secara drastis. Teknologi ini memungkinkan proses pembuatan konten dilakukan lebih cepat dibanding metode konvensional yang mengandalkan proses syuting, penyuntingan, dan produksi dalam skala besar.

Sejumlah perusahaan platform drama pendek dilaporkan mulai mengandalkan AI dalam berbagai tahapan produksi. Dengan bantuan teknologi generatif, waktu pengerjaan proyek dapat dipangkas dari beberapa bulan menjadi hanya beberapa pekan. Selain itu, biaya produksi juga disebut turun secara signifikan dibandingkan metode tradisional.

Perubahan tersebut berdampak langsung pada kebutuhan sumber daya manusia di industri kreatif. Posisi seperti kru kamera, teknisi pencahayaan, hingga penata rias berpotensi berkurang karena sebagian pekerjaan telah digantikan oleh sistem berbasis AI.

Di sisi lain, muncul profesi baru yang berkaitan dengan teknologi tersebut. Tim produksi kini membutuhkan tenaga yang mampu mengelola aset AI, menyusun instruksi atau prompt, serta mengarahkan sistem agar menghasilkan visual dan alur cerita sesuai kebutuhan produksi.

Perubahan juga dirasakan para penulis naskah. Selain menghadapi tenggat waktu yang lebih singkat, mereka dituntut memahami cara menyusun naskah yang dapat diproses secara optimal oleh sistem AI. Kondisi ini menciptakan pola kerja baru di industri hiburan digital yang semakin bergantung pada teknologi.

Meski demikian, penggunaan AI dalam produksi drama pendek masih memunculkan perdebatan. Sebagian pihak menilai teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi dan memperluas kreativitas. Namun, ada pula yang menyoroti dampaknya terhadap lapangan pekerjaan dan kualitas karya yang dihasilkan.

Terlepas dari perdebatan tersebut, perkembangan AI di industri drama pendek menunjukkan bagaimana teknologi mulai memainkan peran penting dalam ekosistem hiburan modern. Bagi penonton, perubahan ini berpotensi menghadirkan lebih banyak pilihan konten dalam waktu yang lebih cepat. Sementara bagi pelaku industri, adaptasi terhadap teknologi menjadi kunci untuk tetap bersaing di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|