Program Pendidikan Kesetaraan MHU Bantu Warga Dapat Kerja

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Program pendidikan kesetaraan yang dijalankan PT Multi Harapan Utama (MHU) di wilayah lingkar tambang Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, telah membantu ratusan warga menyelesaikan pendidikan formal dan memperoleh pekerjaan. Program Paket A, B, dan C itu mulai berjalan sejak 2019 untuk menjangkau warga yang putus sekolah di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Berdasarkan data perusahaan, sebanyak 869 warga telah memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan melalui program tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 212 lulusan telah bekerja di berbagai perusahaan dan sektor usaha, mulai dari perusahaan tambang, jasa keamanan, hingga usaha mandiri.

Program dijalankan bersama PKBM Puteri Karang Melenu, Kecamatan Loa Kulu, setelah pemetaan sosial menemukan masih tingginya angka putus sekolah di wilayah Ring 1 perusahaan. Dari sekitar 52 ribu penduduk di 10 desa sekitar operasional, sekitar 34 persen warga tercatat belum menyelesaikan pendidikan formal.

Selain pendidikan kesetaraan, program juga mencakup renovasi pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), penyediaan komputer, hingga pelatihan keterampilan kerja seperti operator alat berat dan tata boga. Pada 2024, anggaran program mencapai Rp516 juta yang berasal dari dana CSR perusahaan, dukungan Dinas Pendidikan, serta kontribusi warga belajar.

Sebagian peserta program juga melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Salah satunya Yeni Yuniarni, warga Desa Loa Ulung yang kini kuliah di Program Studi Agroteknologi Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) melalui dukungan beasiswa perusahaan.

“Dulu saya sempat berpikir tidak akan bisa kuliah karena kondisi keluarga. Tapi beasiswa ini mengubah banyak hal dalam hidup saya. Saya tidak hanya bisa melanjutkan pendidikan, tetapi juga mendapatkan kesempatan belajar hingga ke Korea. Kalau saya tidak kuliah, mungkin saya tidak akan pernah sampai di titik ini,” kata Yeni dalam siaran pers MHU, Selasa (26/5/2026).

Presiden Direktur PT Multi Harapan Utama Kemal Djamil Siregar mengatakan, pendidikan masih menjadi kebutuhan dasar yang memengaruhi peluang kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah tambang.

“Bagi MHU, keberhasilan operasional harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program pendidikan kesetaraan dan beasiswa ini kami jalankan bukan sekadar bantuan sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk membuka akses, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami,” kata Kemal.

Program pendidikan tersebut meraih penghargaan Indonesia Best CSR Awards 2026 yang diselenggarakan The Iconomics di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial RI, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Penghargaan diberikan untuk kategori program pendidikan dan pengembangan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Menurut perusahaan, program itu mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 3,59. Artinya, setiap Rp1 dana yang dikeluarkan menghasilkan manfaat sosial senilai Rp3,59 bagi masyarakat. Program juga memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 3,72 dari skala 4.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|