Presiden Prabowo dan Rosan Bahas Optimalisasi Aset Negara di Kertanegara

3 hours ago 7

Seskab: Presiden bahas pengelolaan aset negara bersama Rosan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu. Pertemuan ini secara khusus membahas strategi pengelolaan aset negara agar lebih optimal dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa diskusi tersebut berfokus pada percepatan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta penguatan sektor-sektor ekonomi baru. Sektor-sektor ini dinilai krusial sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

"Dalam pertemuan ini dibahas percepatan transformasi BUMN dan penguatan sektor-sektor baru penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," kata Teddy saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

Dorong Pertumbuhan Lewat Danantara

Salah satu poin utama pembahasan adalah peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong melalui Danantara Indonesia. Teddy menyebutkan, penguatan sektor pariwisata menjadi perhatian serius melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Sektor yang dimaksud mencakup penyelenggaraan kegiatan olahraga, konser musik, dan industri kreatif. Ketiganya dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta meningkatkan perputaran ekonomi nasional secara signifikan.

Konsolidasi Ratusan Entitas BUMN

Selain membahas sektor baru, Presiden Prabowo juga menerima laporan terkini mengenai perkembangan proses konsolidasi dan transformasi BUMN yang terus berjalan. Teddy mengungkapkan bahwa dari sekitar 1.077 entitas BUMN yang ada saat ini, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan.

Pemerintah menargetkan sekitar 300 entitas lainnya dapat segera dikonsolidasikan pada tahap berikutnya. "Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara," ujar Teddy.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|