REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mendukung pemulihan lingkungan dan mitigasi bencana melalui program Green Resilience 2026 dengan menanam 1.000 pohon di kawasan terdampak longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 17 Juni 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus bentuk kontribusi PLN dalam memulihkan ekosistem yang terdampak bencana longsor pada awal tahun 2026.
Sebagaimana diketahui, bencana longsor yang terjadi pada 24 Januari 2026 akibat curah hujan tinggi menyebabkan kerusakan lahan, tertimbunnya permukiman warga oleh material tanah dan bebatuan, serta menimbulkan korban jiwa. Pascakejadian tersebut, sebagian kawasan menjadi gersang dan rentan terhadap erosi maupun potensi longsor susulan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, PLN UID Jawa Barat menyalurkan bantuan berupa 1.000 bibit pohon, peralatan penanaman, serta pendampingan perawatan tanaman selama tiga bulan guna memastikan keberhasilan penghijauan di kawasan terdampak.
Program ini terlaksana melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, BPBD, Perum Perhutani KPH Bandung Utara, Pemerintah Desa Pasirlangu, serta komunitas pecinta alam.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan program ini merupakan wujud kepedulian PLN terhadap masyarakat dan lingkungan yang terdampak bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Cisarua dan Pemerintah Desa Pasirlangu yang telah memberikan kesempatan kepada PLN UID Jawa Barat untuk ikut berkontribusi dalam proses pemulihan kawasan terdampak longsor. Musibah yang terjadi pada awal tahun lalu tidak hanya meninggalkan kerusakan lingkungan, tetapi juga duka bagi masyarakat. Karena itu, kami ingin hadir tidak hanya melalui pelayanan kelistrikan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Sugeng.
Ia menambahkan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat menjaga kelestarian alam membutuhkan kolaborasi dan partisipasi seluruh pihak.
“Melalui penanaman 1.000 pohon ini, kami berharap kawasan yang terdampak longsor dapat pulih secara bertahap, menjadi lebih hijau, lebih kuat, dan mampu memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat sekitar. Ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan lingkungan menghadapi perubahan iklim,” kata dia.
Apresiasi terhadap program tersebut disampaikan oleh Eko, Fungsional Ahli Madya Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, penghijauan menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat pemulihan kawasan pascabencana sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana di masa mendatang.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif PLN UID Jawa Barat melalui program Green Resilience 2026. Kegiatan ini tidak hanya membantu memulihkan kawasan terdampak longsor, tetapi juga mendukung konservasi tanah dan air, meningkatkan tutupan vegetasi, serta memperkuat ketahanan lingkungan terhadap potensi bencana di masa depan,” ujarnya.
Melalui program Green Resilience 2026, PLN UID Jawa Barat menargetkan terciptanya manfaat jangka panjang berupa peningkatan tutupan vegetasi, pengurangan risiko erosi dan degradasi lahan, peningkatan daya resap air, dukungan terhadap penyerapan karbon, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
PLN meyakini bahwa upaya pemulihan lingkungan pascabencana memerlukan kolaborasi berkelanjutan. Oleh karena itu, program ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan kepedulian bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

3 hours ago
5












































