Permata Syariah Cetak Laba Operasional Rp 785 Miliar pada 2025, Naik 8,1 Persen

21 hours ago 3

Foto ilustrasi: Logo Permata Bank Syariah pada Gelaran ISEF 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Unit Usaha Syariah (UUS) Permata Bank menunjukkan kinerja gemilang sepanjang 2025. Laba operasional sebelum provisi mencapai Rp 785,3 miliar, naik 8,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini ditopang pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang naik 6,4 persen. Bank juga berhasil mengendalikan biaya dengan baik sehingga profitabilitas tetap terjaga.

Simpanan nasabah di unit syariah mencapai Rp 27 triliun. Dana murah atau current account savings account (CASA) tumbuh 13,4 persen sehingga rasionya melonjak menjadi 73,6 persen. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata industri perbankan syariah di Indonesia.

Capaian ini menandakan masyarakat semakin percaya dan memilih produk syariah untuk simpanan sehari-hari. Dana murah yang stabil membantu bank menawarkan pembiayaan lebih kompetitif bagi nasabah.

“Permata Bank terus menempatkan nasabah sebagai pusat keputusan. Pertumbuhan bukan hanya soal skala, tapi relevansi sebagai mitra keuangan sehari-hari, bisnis, dan keluarga,” ujar Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli, dalam keterangan dikutip Ahad (15/2/2026).

Dengan kinerja positif ini, Permata Syariah ikut mendukung kebutuhan keuangan masyarakat yang menginginkan layanan sesuai prinsip syariah. Bank juga aktif mengembangkan jaringan komunitas syariah untuk memperluas akses.

Secara keseluruhan, Permata Bank mencatat laba bersih Rp 3,6 triliun pada 2025. Unit syariah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus bukti kepercayaan nasabah terhadap produk halal semakin tinggi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|