REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK — Sebanyak 38 mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak menggelar kegiatan Edutrip Internasional 2026 di Sarawak, Malaysia. Mengusung tema 'Enhancing Global Insight in Digital Learning and Information Systems', agenda yang berlangsung pada 23–26 Mei 2026 ini bertujuan untuk memperluas wawasan global mahasiswa terhadap perkembangan teknologi dan inovasi digital terkini.
Dalam kunjungan akademik ke Faculty of Computer Science and Information Technology (FCSIT) Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) tersebut, rombongan mahasiswa didampingi langsung oleh dosen pendamping Prodi Sistem Informasi UBSI kampus Pontianak, Eva Meilinda.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kuliah umum yang menghadirkan Dr. Liew Siaw Hong, dosen sekaligus peneliti senior dari FCSIT UNIMAS. Dalam sesi tersebut, para mahasiswa disuguhkan materi mendalam mengenai perkembangan teknologi Electroencephalography (EEG) serta pemanfaatannya di berbagai sektor krusial.
"Teknologi EEG kini tidak lagi terbatas pada dunia medis. Implementasinya telah merambah ke dunia pendidikan, pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga optimalisasi interaksi antara manusia dan komputer (Human-Computer Interaction). Mahasiswa digital kreatif harus mampu melihat peluang kolaborasi teknologi ini di masa depan," ujar Dr. Liew Siaw Hong di sela-sela pemaparan materinya.
Eksplorasi Fasilitas Riset dan Inovasi Global
Tak hanya mendapatkan teori di kelas, para peserta edutrip juga diajak mengeksplorasi berbagai fasilitas unggulan yang dimiliki UNIMAS. Salah satunya adalah Gamification Lab, sebuah laboratorium yang berfokus pada pengembangan teknologi berbasis permainan untuk mendukung metode pembelajaran modern dan inovasi digital.
Selain itu, mereka juga mengunjungi Marker Place, sebuah ruang kolaborasi yang memamerkan berbagai hasil penelitian dan karya inovatif mahasiswa UNIMAS, serta bertolak ke Tun Abang Haji Openg Digital Centre (TAHODC). Pusat riset mutakhir ini dikenal aktif mengembangkan inovasi di bidang telekomunikasi, Internet of Things (IoT), hingga AI.
Eva Meilinda, selaku dosen pendamping, mengungkapkan kekagumannya terhadap ekosistem riset yang ada di UNIMAS. Ia berharap atmosfer akademis ini bisa menular kepada para mahasiswa.
"Melihat langsung bagaimana IoT dan AI diintegrasikan dalam riset terapan di TAHODC memberikan perspektif baru bagi anak-anak. Kami ingin mereka pulang membawa inspirasi segar, bahwa teori-teori Sistem Informasi yang mereka pelajari di kampus Pontianak memiliki implementasi nyata yang sangat luas di kancah internasional," ungkap Eva.
Membentuk Lulusan Global yang Adaptif
Ketua Program Studi (Kaprodi) Sistem Informasi UBSI kampus Pontianak, Muhammad Sony Maulana, menegaskan edutrip internasional merupakan program strategis untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan tren global.
"Kami berkomitmen agar mahasiswa tidak hanya jago di dalam kelas, tetapi juga adaptif dan responsif melihat bagaimana teknologi, inovasi, dan penelitian berkembang di tingkat internasional. Pengalaman berharga ini menjadi suntikan motivasi yang kuat bagi mereka untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi," kata Sony dalam keterangan rilisnya, Senin (8/6/2026).
Sony juga menambahkan bahwa tantangan di era transformasi digital menuntut lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki global mindset.
"Melalui Edutrip Internasional 2026 ini, mahasiswa tidak hanya menyerap ilmu akademis bertaraf global, tetapi juga belajar bertoleransi, mengenal budaya baru, dan melihat lanskap pendidikan internasional. Kami optimis, pengalaman ini akan membentuk lulusan UBSI yang berwawasan internasional, adaptif, dan siap kerja di industri global," tutupnya.

1 hour ago
3















































