Pemprov Sulut terus berupaya tingkatkan kesejahteraan warga.
REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warga di tengah ketidakpastian global. Hal ini disampaikan oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Sulut, Jimmy Ringkuangan, di Manado pada Minggu.
Menurut Jimmy, ekonomi Sulut menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan ekspor, perkembangan sektor pariwisata, penurunan pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan petani. Pada Mei 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat 4,57 persen menjadi 133,37 dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 127,54. Hal ini menunjukkan perbaikan kesejahteraan petani yang didorong oleh meningkatnya harga komoditas.
Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,75 persen, turun dari 6,03 persen pada Februari 2025. Hal ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan kerja. Meski begitu, penciptaan lapangan kerja tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah, terutama menghadapi bonus demografi dan meningkatnya jumlah angkatan kerja muda setiap tahun.
Indeks Pembangunan Manusia
Dalam pembangunan manusia, Sulut mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 76,32 yang termasuk kategori tinggi. Namun, rata-rata lama sekolah 9,91 tahun dan angka kematian bayi 15,75 per 1.000 kelahiran hidup menjadi tantangan dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut berharap seluruh elemen masyarakat terus berkolaborasi dalam membangun daerah yang semakin maju, sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
2

















































