Pemerintah Siapkan Solusi Ringankan Beban Gen Sandwich RI

10 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berinisiatif mendorong penerapan kebijakan berbasis data untuk mengatasi persoalan kesejahteraan antar generasi melalui National Transfer Account (NTA).

Dikutip dari Badan Pusat Statistik (BPS), National Transfer Account (NTA) adalah kerangka kerja analisis ekonomi yang sistematis untuk mengukur bagaimana produksi, konsumsi, pendapatan aset, dan transfer (seperti pajak atau bantuan keluarga) didistribusikan antar kelompok usia.

NTA dianggap bisa menjadi alat yang juga memberi solusi persoalan generasi sandwich di Indonesia, yakni usia produktif yang harus menanggung beban anak dan orang tua.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan sangat penting karena ini berbicara mengenai kebijakan publik masa depan Indonesia.

"NTA ini sangat penting karena ini berbicara mengenai kebijakan publik masa depan Indonesia tentang anak-anak kita tentang orang tua kita tentang kita yang akan menjadi tua," katanya di Bappenas, Jakarta pada Senin (6/4/2026).

Pratikno menjelaskan bahwa generasi sandwich juga ada batasannya sehingga tidak bisa kemudian terus menerus menanggung beban.

"itu sangat penting jadi karena sandwich ini kan ada limitasinya juga. Sandwich generation itu harus produktif kalau tidak, dia tidak bisa menopang ke bawah dan tidak bisa menopang ke atas. Tetapi kemampuan sandwich generation juga ada batasnya," ucapnya.

NTA sendiri dapat memetakan distribusi sumber daya ekonomi di kelompok umur. NTA memberikan gambaran mengenai arus perekonomian menurut kelompok umur. Sehingga kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan tetap bisa optimal.

Badan Pusat Statistik (BPS) turut mendukung NTA tersebut dalam hal penyediaan data. Wakil Badan Pusat Statistik Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan bahwa BPS tengah melakukan uji statistik NTA saat ini agar dapat digunakan sebagai indikator nasional nantinya.

"Jadi neraca transfer ini neraca transfer nasional itu masih bentuknya eksperimental statistik. Tugas BPS itu adalah menghasilkan salah satunya menghasilkan statistik resmi negara. NTA ini masih eksperimental statistik. Kalau nanti kita sudah yakin dan teruji maka NTA bisa menjadi official statistik. Berubah dari eksperimental menjadi official statistik," katanya saat memberi pemaparan di acara Dialog Menuju Kesejahteraan Antar Generasi di kantor Kementerian Bappenas, Jakarta pada Senin (6/4/2026).

Selain itu, Sonny juga menggambarkan siklus hidup masyarakat Indonesia. Siklus hidup yang dipaparkan cukup menggambarkan alasan terjadinya sandwich generation.

Menurut pemaparannya, tingkat konsumsi per kapita warga Indonesia mencapai puncak pada usia 17 tahun. Jumlah diperkirakan mencapai Rp57,48 juta per kapita. Namun, pengeluaran yang besar ini tidak diimbangi oleh tingkat pemasukan atau pendapatan karena belum masuk pada usia kerja.

Berdasarkan paparan Sonny, usia yang mengalami defisit siklus kehidupan adalah pada usai 16 tahun dengan Rp55,22 juta per kapita.

Sehingga usia muda menjadi penyumbang angka defisit siklus kehidupan terbesar. Defisit agregat pada usai muda tercatat sebesar Rp3.482 triliun.

Tingkat defisit tersebut akan semakin kecil seiring bertambahnya usia dan perubahan siklus hidup dari ditanggung orang tua menjadi pekerja mandiri. Sonny mengatakan siklus defisit orang muda akan rata-rata kan berubah pada usia 25 tahun menjadi kategori surplus.

Di sisi lain, puncak seseorang berada di kondisi surplus pada usia 42 tahun dengan nilai Rp33,36 juta.

Secara umum, rentang surplus warga Indonesia selama 35 tahun sejak usia 25 hingga 60 tahun atau ketika memasuki mas lansia. Sebab, lansia di Indonesia memiliki kebutuhan namun tidak memiliki pendapatan.

Sonny menjelaskan untuk menutup defisit tersebut kemudian dilakukan transfer antar generasi atau disebutnya sebagai realokasi.

"Dari mana pembiayaan untuk mengatasi defisit tadi? Itu ada dua, yang pertama adalah dari realokasi menurut usia. Jadi saya transfer ke ayah saya, saya transfer ke anak-anak saya, terjadi realokasi" katanya.

"Jadi Bapak-Ibu sekalian ada mekanisme individu, transfer antar individu. Mekanisme transfer antar generasi untuk mengatasi kekurangan akibat konsumsi kita yang lebih besar tadi," tegasnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|