Pelantikan Kepala BGN Ditunda, Nanik Diminta Fokus Benahi Program MBG

4 hours ago 4

Pelantikan Kepala BGN Ditunda, Nanik Diminta Fokus Benahi Program MBG

Logo Badan Gizi Nasional. /bgn.

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah memastikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang telah sah menjabat meski belum menjalani pelantikan secara seremonial. Di tengah upaya pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Istana justru meminta Nanik memusatkan perhatian pada perbaikan internal lembaga sebelum resmi dilantik pekan depan.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang menjelaskan bahwa pelantikan Kepala BGN sengaja dijadwalkan ulang agar Nanik dapat lebih leluasa menjalankan agenda perbaikan di lingkungan Badan Gizi Nasional pada masa awal kepemimpinannya.

"Berkenaan dengan masalah pelantikan, kami agendakan di minggu depan, karena kita semua berpikir bahwa beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di Badan Gizi Nasional kita," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Meski pelantikan resmi baru akan digelar pekan depan, Prasetyo menegaskan tidak ada persoalan dari sisi legalitas jabatan. Berdasarkan keputusan presiden yang telah diterbitkan, Nanik bersama dua wakil kepala BGN yang baru sudah memiliki kewenangan penuh untuk menjalankan tugas dan fungsi lembaga tersebut.

"Kalau secara administratif hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi pimpinan Badan Gizi Nasional semenjak keputusan Presiden ditetapkan," katanya.

Menurut Prasetyo, penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN bukan tanpa pertimbangan. Pemerintah menilai pengalaman Nanik selama beberapa bulan terakhir sebagai Wakil Kepala BGN menjadi modal penting untuk memahami dinamika, tantangan, serta program-program strategis yang sedang berjalan, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

"Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional," ujarnya.

Selain faktor pengalaman, pemerintah juga menaruh perhatian pada gaya kepemimpinan Nanik yang dinilai tegas dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dan tata kelola organisasi. Hasil evaluasi internal menunjukkan Nanik aktif mengawal disiplin pelaksanaan program, penguatan manajemen lembaga, hingga pengawasan kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Prasetyo mengatakan ketegasan tersebut menjadi salah satu alasan utama pemerintah memberikan kepercayaan kepada Nanik untuk memimpin BGN pada periode berikutnya.

"Dalam evaluasi dan monitoring, beliau salah satu yang cukup kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas terhadap kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP, kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat," katanya.

Pemerintah berharap kepemimpinan baru di BGN dapat mempercepat proses pembenahan kelembagaan, terutama setelah muncul berbagai evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, Nanik bersama dua wakil kepala yang baru diminta segera memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pengawasan, serta memastikan seluruh program gizi nasional berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

"Jadi itu beberapa dasar pertimbangan untuk kita minta ke beliau yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan," tandas Prasetyo, seraya menegaskan bahwa fokus utama BGN saat ini adalah memperkuat tata kelola dan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|