Ceuta Spanyol Memanas, Warga dan Migran Maroko Bentrok

3 hours ago 4

Newswire

Newswire Sabtu, 01 Agustus 2026 11:57 WIB

Ceuta Spanyol Memanas, Warga dan Migran Maroko Bentrok

Krisis migrasi di Ceuta memicu bentrokan warga dengan migran asal Maroko. Polisi dikerahkan, sementara ketegangan terus meningkat. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Krisis migrasi di Ceuta, kota otonom Spanyol yang berada di kawasan Afrika Utara, terus memanas. Ketegangan antara warga dan migran ilegal asal Maroko dilaporkan meningkat hingga memicu bentrokan di sejumlah lokasi, sementara aparat keamanan dikerahkan untuk mengantisipasi meluasnya kerusuhan.

Laporan media setempat serta video yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi yang semakin tidak kondusif di wilayah perbatasan tersebut.

Video Bentrokan Beredar di Media Sosial

Seorang blogger asal Spanyol, David Santos, mengunggah rekaman video melalui platform X yang memperlihatkan aksi kejar-kejaran antara warga dan para migran di jalanan Ceuta.

Dalam unggahannya, ia menyebut warga keturunan Maroko yang telah lama menetap di kawasan El Príncipe ikut mengusir para migran yang berupaya memasuki Ceuta secara ilegal.

Grup WhatsApp Jadi Sorotan

Media lokal Ceuta Actualidad melaporkan munculnya grup WhatsApp bernama "Viva España" yang telah memiliki lebih dari 800 anggota.

Menurut laporan tersebut, sejumlah anggota grup mengusulkan untuk melakukan aksi dengan "memukuli para migran dengan tongkat".

Pemimpin Partai Kecam Aksi Main Hakim Sendiri

Presiden Partai Andalusi, Dris Mohamed, mengatakan kepada stasiun radio Cadena SER bahwa sekelompok pemuda diketahui melakukan pemukulan terhadap orang-orang yang baru memasuki Ceuta.

Ia mengecam tindakan main hakim sendiri tersebut, meski mengaku memahami keresahan yang dirasakan sebagian warga setempat.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Cadena SER juga melaporkan sejumlah toko memilih menutup operasional sementara karena alasan keamanan.

Polisi Dikerahkan di Sejumlah Titik

Kepolisian nasional maupun kepolisian daerah telah menempatkan personel di berbagai lokasi strategis guna mencegah aksi pencurian maupun kerusuhan yang dikhawatirkan semakin meluas.

Langkah pengamanan dilakukan seiring meningkatnya rasa takut dan kekhawatiran masyarakat akibat situasi yang belum kondusif.

Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta

Sebelumnya, Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas menyatakan sekitar 60 ribu orang dari Maroko memasuki Ceuta dalam kurun waktu 24 jam.

Di sisi lain, surat kabar El Pais melaporkan jumlah migran yang meninggal dunia saat berupaya menyeberang menuju Ceuta mencapai 57 orang, menambah panjang daftar korban dalam krisis migrasi yang melanda kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|