Pelabuhan Papua Tengah Kekurangan Kapasitas, Gibran Turun Tangan

3 hours ago 1

Nabire, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Dermaga Niaga Pelabuhan Nabire, Provinsi Papua Tengah Senin (20/4/2026), di tengah sorotan terhadap keterbatasan kapasitas pelabuhan utama yang menjadi urat nadi distribusi logistik di Papua Tengah.

Pelabuhan Nabire sendiri sangat strategis karena menjadi pintu masuk utama pasokan barang kebutuhan pokok, material pembangunan, hingga distribusi komoditas ke sejumlah wilayah di Papua Tengah. Sayangnya, pelabuhan ini terkendala keterbatasan kapasitas sehingga membuat distribusi barang dan orang ikut terhambat.

Saat Wapres melakukan peninjauan, pengelola pelabuhan menyampaikan bahwa panjang dermaga yang ada saat ini belum mampu mengakomodasi kapal penumpang dan kapal kargo secara bersamaan. Akibatnya, saat kapal penumpang bersandar, kapal barang harus menunggu di luar area pelabuhan. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat distribusi kebutuhan pokok, mengingat Pelabuhan Nabire menjadi jalur utama pasokan logistik bagi delapan kabupaten di sekitarnya.

Kepala Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan Kelas II Nabire, Ewanggen Kokoya, mengungkapkan bahwa panjang dermaga saat ini sekitar 227 meter dengan lebar 12 meter, sementara kapal yang dilayani mencapai panjang 177 meter hingga 144 meter. Kondisi tersebut menyebabkan ruang sandar menjadi terbatas, sehingga ketika kapal penumpang bersandar, kapal kargo harus menunggu di luar karena tidak memungkinkan untuk bersandar secara bersamaan.

Ewanggen juga menjelaskan bahwa kapasitas fasilitas di pelabuhan saat ini belum memadai untuk melayani kontainer berukuran besar.

"Karena yang kita bongkar kontainernya sudah menggunakan yang 40 feet, Pak Wapres. Sehingga tidak memungkinkan untuk saling papasan," tambahnya.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|