Pekan Olahraga dan Seni: Ajang Menumbuhkan Sportivitas dan Ukhuwah Santri Gontor

2 hours ago 2

Image umar arsyad

Olahraga | 2026-06-21 15:35:53

Meriahnya Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

“Gontor menanamkan prinsip, aktivitas pembelajaran di dalam kelas seratus persen dan aktivitas di luar kelas – pun seratus persen.”

PORSENI (Pekan Olahraga Dan Seni) merupakan acara wajib tahunan di Pondok Modern Darussalam Gontor.

Acara ini diselenggarakan untuk menegaskan bahwa pendidikan di Gontor tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Lebih dari itu, para santri juga ditempa melalui berbagai kegiatan di luar kelas, seperti olahraga dan seni, yang menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, serta pengembangan potensi diri.

Dalam momentum ini, para santri disuguhkan berbagai perlombaan yang memadukan antara unsur olahraga dan seni, seperti sepak bola, futsal, bola basket, sepak takraw, musik, melukis, dan berbagai cabang lainnya. Setiap perlombaan diikuti oleh para santri yang mewakili kelas masing-masing, sehingga tercipta suasana kompetitif yang penuh semangat dan antusiasme.

Namun, pesan utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan ini bukanlah sekadar meraih gelar juara atau membawa pulang piala. Lebih dari itu, perlombaan ini menjadi sarana bagi para santri untuk mengembangkan potensi diri, mengasah bakat, membangun karakter, serta menumbuhkan jiwa sportivitas dalam menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

PORSENI Sebagai Pembentuk Karakter Santri

KH. Hasan Abdullah Sahal pernah berkata: “Semua kegiatan di Gontor memiliki satu tujuan, yaitu pendidikan. Sepak Bola, bernyanyi, berpidato, dan lain sebagainya adalah pendidikan. Bahkan, tidak ada waku sedetik – pun kecuali untuk mendidik.”

Mengapa PORSENI mampu membentuk karakter para santri?

Sebab, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada perlombaan, tetapi juga pada proses pendidikan yang berlangsung di baliknya. Para santri dilatih untuk mempersiapkan kegiatan dengan sungguh-sungguh, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan acara secara tertib dan sesuai prosedur.

Melalui keterlibatan tersebut, para santri belajar mengemban amanah, bekerja sama dalam kepanitiaan, berorganisasi, menegakkan disiplin, serta menjunjung tinggi sportivitas.

Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal berharga bagi mereka ketika kelak terjun ke tengah masyarakat sebagai alumni. Dengan demikian, PORSENI bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi para santri.

Menumbuhkan Kedisiplinan Melalui PORSENI

“Gontor maju karena kedisiplinannya.” (KH. Abdullah Syukri Zarkasyi)

Pepatah diatas memiliki makna bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor dapat maju dan berkembang pesat hingga saat ini karena kedisiplinannya.

Salah satu nilai kedisiplinan yang ditanamkan kepada para santri dapat ditemukan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI). Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya belajar bertanding dan berkarya, tetapi juga belajar menghargai waktu, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta mengatur diri secara mandiri.

Setiap rangkaian kegiatan menuntut ketepatan, keteraturan, dan komitmen, sehingga kedisiplinan tidak hanya menjadi aturan yang harus ditaati, melainkan kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari para santri.

Pengembangan Potensi Para Santri

Para santri Pondok Modern Darussalam Gontor tidak hanya dididik melalui kegiatan akademik di dalam kelas, tetapi juga dibina dan dikembangkan potensinya melalui berbagai kegiatan di luar kelas, salah satunya Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI).

Melalui kegiatan ini, para santri diberikan ruang untuk mengeksplorasi, mengasah, dan mengembangkan bakat yang mereka miliki.

Tujuan utama PORSENI bukan semata-mata menghasilkan juara, melainkan membantu para santri mengenali potensi dan kelebihan yang ada dalam diri mereka. Dengan demikian, bakat yang dimiliki dapat berkembang secara optimal dan menjadi bekal berharga bagi kehidupan mereka di masa depan.

Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana pendidikan yang membentuk karakter, menanamkan kedisiplinan, serta mengembangkan potensi para santri. Melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan, santri belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, dan kepemimpinan.

Nilai-nilai tersebut menjadi bekal berharga yang akan mereka bawa ketika terjun ke tengah masyarakat. Dengan demikian, PORSENI benar-benar menjadi kawah candradimuka yang menempa santri Gontor menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan siap mengabdi untuk umat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|