Pegawai SPBU Tak Izinkan Pakai APAR, Motor Ludes Terbakar

8 hours ago 2

Pegawai SPBU Tak Izinkan Pakai APAR, Motor Ludes Terbakar Motor hangus terbakar di SPBU Semarang, korban soroti keterlambatan penggunaan APAR saat api masih kecil. - Instagram.

Harianjogja.com, SEMARANG—Sebuah sepeda motor hangus terbakar di area SPBU Sriwijaya setelah api yang awalnya kecil diduga tak segera ditangani. Peristiwa pada Jumat (3/4/2026) sore itu viral di media sosial dan memicu sorotan soal respons petugas di lokasi.

Video kejadian beredar luas, salah satunya melalui akun Instagram @infokejadiansemarangnews. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa alat pemadam api ringan (APAR) tidak langsung digunakan meski api masih bisa dikendalikan.

Pemilik motor, Chiko Relisviano Ramadhan, mengatakan insiden terjadi sesaat setelah dirinya mengisi bahan bakar. Motor Yamaha Fiz R miliknya tiba-tiba memercik api saat dinyalakan.

“Setelah mengisi bensin lalu keluar dari SPBU. Saat menyalakan motor dengan double starter, muncul percikan api di bagian karburator. Saya menduga ada masalah korsleting listrik,” ujar Chiko, Sabtu (4/4/2026).

Melihat percikan tersebut, ia langsung menjauh dan meminta bantuan petugas untuk mengeluarkan APAR. Namun, menurut pengakuannya, permintaan itu tidak segera dipenuhi.

“Saya sudah minta tolong agar APAR dikeluarkan, tapi petugas bilang tidak bisa karena harganya mahal dan harus menunggu manajer,” keluhnya.

Api kemudian membesar. Chiko bersama rekannya mencoba memadamkan kobaran dengan air dan kain basah, tetapi upaya tersebut tidak berhasil menghentikan api yang terus melahap kendaraan.

Ketika api sudah tak terkendali dan motor nyaris tinggal kerangka, barulah APAR dikeluarkan oleh petugas untuk memadamkan sisa kebakaran. Warga di lokasi sempat melayangkan protes atas keterlambatan penanganan tersebut.

“Motor sudah hangus dan tinggal kerangka, APAR baru dikeluarkan. Saya dan warga sempat protes, APAR gunanya apa?” ujarnya.

Seorang anggota kepolisian sempat datang ke lokasi dan menyarankan agar korban membuat laporan resmi karena kejadian berlangsung di area SPBU. Namun, Chiko memilih tidak melanjutkan proses hukum dan mengikhlaskan kejadian tersebut.

Ia juga mengaku hingga kini belum ada permintaan maaf dari pihak pengelola SPBU maupun Pertamina terkait insiden tersebut.

“Saya kecewa. Saat api masih kecil seandainya langsung dipadamkan dengan APAR mungkin tidak akan membesar. Tapi saya dan keluarga sudah ikhlas,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|