Ogah Tunduk Perintah Trump, Faksi Iran Gempur Halliburton Milik AS, Gudang Bahan Kimia Terbakar

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID,BASRA -- Kebakaran terjadi di gudang bahan kimia milik perusahaan AS Halliburton menyusul serangan pesawat tak berawak di provinsi Basra, Irak selatan. Demikian dilaporkan saluran TV As-Sumaria.

Menurut pejabat keamanan, sebuah pesawat tak berawak menyerang gudang-gudang Amerika di dekat daerah Burjesia di provinsi Basra. Jenis bahan kimia yang disimpan di fasilitas Halliburton tidak disebutkan secara spesifik.

Informasi mengenai luas kerusakan dan kemungkinan korban jiwa akibat serangan tersebut belum dilaporkan. Kelompok faksi Syiah dilaporkan bertanggung jawab atas serangan itu. 

Halliburton merupakan perusahaan jasa ladang minyak (oilfield services) multinasional terbesar di dunia asal Amerika Serikat. Di Irak, perusahaan menyediakan layanan teknis hulu migas, termasuk pemboran, penyemenan, peningkatan produksi ladang minyak, dan manajemen proyek energi.

Serangan ke Halliburton menunjukkan bahwa Iran dan faksi-faksinya di kawasan Timur Tengah tidak mau tunduk dengan perintah Presiden AS Donald Trump.

Alih-alih tunduk mereka melancarkan serangan ke sejumlah titik-titik strategis di Timur Tengah yang menjadi basis AS maupun Israel.

Iran mengatakan pada Jumat bahwa mereka telah menembakkan rentetan drone dan rudal baru ke Israel, pada hari ketujuh perang Timur Tengah yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap republik Islam tersebut.

"Garda Revolusi, sayap ideologis militer Iran, telah mulai menembakkan drone dan rudal terhadap target di wilayah pendudukan (Israel) dan pangkalan AS di wilayah tersebut," kata seorang presenter televisi pemerintah.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|