Purbaya Bantah Isu Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun

3 hours ago 2

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut uang negara saat ini hanya tersisa Rp 120 triliun. Purbaya menegaskan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berada pada level yang memadai.

“Tidak usah takut soal APBN, masih cukup. Uang kita masih banyak,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Terkait dana senilai Rp 120 triliun, yang dimaksud merupakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang biasa ditempatkan di Bank Indonesia (BI). Menteri Keuangan menyatakan dana Rp 120 triliun tersebut merupakan bagian dari total SAL yang mencapai Rp 420 triliun.

Sementara Rp 300 triliun sisanya digunakan untuk menyuntik likuiditas perbankan sebagai modal mengakselerasi aktivitas perekonomian. Injeksi dana ini bertujuan mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional melalui fungsi intermediasi perbankan.

Pemerintah mulanya menempatkan dana SAL senilai Rp 200 triliun, yang kemudian disusul tambahan Rp 100 triliun. Tambahan dana ini dilakukan menjelang periode Lebaran guna memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga di tengah potensi peningkatan kebutuhan dana masyarakat.

Namun, Purbaya menegaskan penempatan dana tersebut bersifat deposito on call, yang bisa diambil oleh pemerintah ketika dibutuhkan.

“Dulu biasanya ditaruh di BI, sekarang seharusnya masuk ke ekonomi. Itu yang menunjang pertumbuhan ekonomi selama beberapa bulan terakhir. Tapi uangnya tidak habis, masih deposito saya. Itu langkah yang pintar (smart move) sebetulnya,” tuturnya.

Dari sisi APBN, hingga akhir Maret 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp 574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen (year-on-year/yoy). Lonjakan ini utamanya ditopang oleh pertumbuhan penerimaan pajak secara keseluruhan sebesar 20,7 persen (yoy).

Sementara itu, belanja pemerintah tumbuh 31,4 persen (yoy) dan defisit APBN terjaga pada level 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Menteri Keuangan memastikan APBN tetap solid dan mampu menjadi peredam gejolak (shock absorber) di tengah ketidakpastian geopolitik global.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|