Nusron Wahid Nyatakan Mundur dari Pengurus Golkar, Kini Jadi Kader Biasa

5 hours ago 4

Newswire

Newswire Senin, 21 September 2026 19:17 WIB

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama membicarakan pengunduran diri dari struktur kepengurusan Partai Golkar dengan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Nusron menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri rapat pengambilan keputusan tingkat satu Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengaturan Reforma Agraria di Gedung DPR RI, Senin (21/9/2026). Menurut dia, pembicaraan mengenai pengunduran dirinya dengan Bahlil telah dilakukan sejak tahun lalu.

"Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum. Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama," katanya di Gedung DPR RI, Senin (21/9/2026).

Ketika awak media kembali menanyakan alasan pengunduran dirinya dari kepengurusan Golkar, Nusron tidak memberikan penjelasan. Setelah menghadiri rapat, dia langsung menuju mobil dan memilih tidak memberikan tanggapan lebih lanjut.

Nusron Kini Berstatus Kader Biasa Golkar

Informasi mengenai pengunduran diri Nusron sebelumnya disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar M. Sarmuji. Dia mengatakan Nusron telah meninggalkan struktur kepengurusan DPP Partai Golkar sejak lebih dari enam bulan lalu.

"Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu,” ujar Sarmuji saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu (19/9).

Nusron sebelumnya tercatat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar dalam struktur kepengurusan periode 2024–2029.

Dengan pengunduran diri tersebut, Nusron tetap menjadi anggota atau kader biasa Partai Golkar. Sarmuji mengatakan pengunduran diri itu diajukan langsung oleh Nusron kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Meski demikian, Sarmuji mengaku tidak mengetahui alasan persis Nusron memilih mundur dari kepengurusan partai. Dia hanya menyampaikan kemungkinan bahwa Nusron ingin berkonsentrasi pada hal lain.

“Mungkin ingin fokus ke hal lain,” ucapnya.

Saat kembali ditanya mengenai alasan pengunduran diri serta fokus yang akan dilakukan setelah tidak lagi menjadi bagian dari kepengurusan Partai Golkar, Nusron tetap enggan memberikan jawaban.

Nusron Hormati Proses Hukum di KPK

Di tengah kabar pengunduran dirinya dari struktur Partai Golkar, Nusron juga mendapat pertanyaan mengenai kasus suap yang menjerat sejumlah orang yang disebut KPK sebagai orang kepercayaannya di Kementerian ATR/BPN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Empat dari delapan tersangka tersebut diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid.

Terkait perkara tersebut, Nusron menegaskan bahwa jajarannya menghormati proses hukum yang sedang berjalan di KPK.

“Kan sudah tak sampaikan kalau soal itu, kami menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Jadi posisi kami menghormati dan mengikuti proses yang ada,” kata Nusron di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Pernyataan serupa sebelumnya juga telah disampaikan Nusron setelah KPK menetapkan delapan tersangka dalam perkara tersebut. KPK menyatakan pemanggilan Nusron sebagai bagian dari penyidikan bergantung pada kebutuhan penyidik.

Ketika wartawan kembali meminta penjelasan mengenai perkembangan kasus di kementeriannya, Nusron tidak memberikan keterangan lebih jauh.

“Ini kan aku mau pulang. Caranya nggak begini, caranya nggak begini,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|