NATO Respons Iran Balas Dendam Serangan AS-Israel, Perang Melebar?

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memberi respons soal serangan AS dan Israel. Sebelumnya serangan itu berujung balasan Teheran ke Tel Aviv dan sejumlah negara Arab, tempat pangkalan militer Amerika.

Komandan tertinggi NATO di Eropa mengatakan pihaknya kini "dengan cermat" mengikuti perkembangan di Iran dan Timur Tengah. NATO pun akan menyesuaikan pasukan, sesuai kebutuhan untuk bertahan melawan "ancaman potensial".

"Kami telah dan akan terus menyesuaikan postur kekuatan NATO yang sangat kuat untuk memastikan keamanan 32 negara anggotanya dan untuk membela Aliansi dari ancaman potensial," bunyi pernyataan NATO merujuk Jenderal AS Alexus Grynkewich, diposting di X, Senin (2/3/2026).

Pernyataan itu juga secara khusus menyebutkan ancaman "rudal balistik atau kendaraan udara tak berawak yang berasal dari wilayah ini atau wilayah lain". Pernyataan NATO merujuk pendekatan "domain darat, udara, laut, siber, dan ruang angkasa".

"Keadaan siaga tinggi yang konstan ini dirancang untuk mencegah musuh, memantau ancaman, dan memberikan respons yang cepat dan terkoordinasi terhadap krisis apa pun," tambahnya.

Perang Eksistensial

Sebelumnya, seorang ahli terorisme di lembaga think tank Soufan Center, Colin P. Clarke, mengatakan bahwa AS dan sekutunya harus bersiap menghadapi berbagai tindakan balasan dari Teheran yang meluas hingga di luar Timur Tengah. Bagi Iran, tegasnya, perang ini adalah perang eksistensial.

"Dan karena itu, saya sepenuhnya memperkirakan Teheran akan mengaktifkan kapasitas sel tidur apa pun yang dimilikinya di Barat untuk membuat ini menyakitkan bagi AS dan Israel," jelasnya.

"Hizbullah dan aset lainnya mungkin akan berupaya melakukan serangan di Eropa, Amerika Utara, dll," tambahnya.

Masih Terukur dan Rasional?

Meskipun serangan balasan Iran sejauh ini telah mencakup berbagai wilayah di Timur Tengah, para analis mengatakan Iran mungkin menyimpan sejumlah besar rudal sebagai cadangan. Sebelumnya dilaporkan juga bagaimana pembelian senjata dilakukan ke Rusia dan China.

"Kita belum melihat serangan jenuh yang dimaksudkan untuk melumpuhkan pertahanan udara berlapis," kata seorang ahli tentang Iran di lembaga think tank Atlantic Council, Alex Plitsas,.

"Tidak jelas apakah itu disebabkan oleh serangan AS dan Israel terhadap persediaan rudal, Iran menyimpan rudal sebagai cadangan, Iran menguji pertahanan, atau kombinasi dari semuanya," ujarnya.

"Selain Bahrain, serangan Iran juga sebagian besar ditujukan pada target militer AS di tempat-tempat seperti Irak, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Respons Iran sejauh ini terukur dan rasional," kata Plitsas.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|