MRT Mulai Lakukan Kajian Pembangunan Jalur Kembangan-Balaraja

1 hour ago 1

Pekerja beraktivitas di Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A CP201, Stasiun Monas, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT MRT Jakarta menggandeng sejumlah pengembang untuk melalukan kajian pembangunan jalur MRT lintas timur-barat fase 2 (Kembangan-Balaraja). Kajian itu dilakukan untuk melihat potensi pembangunan jalur MRT yang panjangnya mencapai 30 kilometer tersebut.

Direktur PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan pihaknya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pengembang yang bakal dilintasi jalur MRT lintas timur-barat fase 2 (Kembangan-Balaraja) pada Rabu (4/2/2026). MoU itu dilakukan untuk membuat kajian sebelum pembangunan dilakukan.

"Yang tadi ditandatangani adalah dalam rangka untuk membuat kajian dulu. Kajian itu kurang lebih sekitar 8-10 bulan selesai," kata dia di Balai Kota Jakarta, Rabu sore.

Terdapat tiga fokus kajian yang bakal dilakukan. Tiga hal itu adalah kajian kelembagaan, kajian keuangan, dan kajian mengenai teknis, seperti trase dan sebagai. Setelah itu, hasil kajian tersebut akan ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan.

"Setelah itu nanti hasil dari kajian itu baru dijabarkan ke mana," kata Tuhiyat.

Meski begitu, ia belum bisa memastikan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan MRT lintas timur-barat fase 2 (Kembangan-Balaraja). Termasuk soal waktu pembangunan akan dilakukan.

"Sangat tergantung dari hasil kajian nanti," ujar dia.

Ia menjelaskan, MRT lintas timur-barat merupakan koridor yang sangat strategis. Pasalnya, jalur itu menghubungkan kawasan hunian, kawasan industri, serta pusat pertumbuhan baru di Bekasi, Jakarta, dan Banten.

"Harapannya studi ini dapat membantu Kementerian Perhubungan untuk kelancaran perencanaan, baik perencanaan kelembagaan maupun perencanaan keuangan di lintas timur-barat fase kedua kurang lebih sepanjang 30 kilometer dari Kembangan menuju Balaraja," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|