Logo Meta. Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Meta Platforms dikabarkan akan memulai gelombang pertama pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada 20 Mei 2026. Langkah ini diperkirakan berdampak pada sekitar 10% karyawan global atau hampir 8.000 pekerja pada tahap awal.
Informasi tersebut dilaporkan oleh Reuters pada Minggu (19/4/2026). Hingga kini, perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana pemangkasan tenaga kerja tersebut.
PHK ini disebut bukan yang terakhir. Meta masih membuka kemungkinan pemangkasan tambahan pada semester II 2026. Jumlah dan waktu pelaksanaan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi fokus utama perusahaan.
Sebelumnya, laporan Reuters juga menyebutkan total PHK Meta sepanjang 2026 berpotensi mencapai 20% dari total tenaga kerja global. Jika terealisasi, angka tersebut akan menjadi salah satu pemangkasan terbesar dalam sejarah perusahaan.
Langkah ini sejalan dengan strategi CEO Mark Zuckerberg yang tengah mendorong transformasi besar melalui investasi di bidang AI. Perubahan ini diarahkan untuk menciptakan organisasi yang lebih ramping dengan efisiensi tinggi serta lebih sedikit lapisan manajemen.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Meta. Sejumlah perusahaan teknologi lain juga melakukan langkah serupa dalam beberapa bulan terakhir. Amazon dilaporkan telah memangkas sekitar 30.000 karyawan korporat. Sementara Block Inc mengurangi hampir separuh tenaga kerjanya.
Data dari situs pelacak Layoffs.fyi mencatat lebih dari 73.000 pekerja teknologi kehilangan pekerjaan sepanjang 2026. Angka ini menunjukkan tekanan besar yang tengah terjadi di sektor teknologi global.
Bagi pekerja di industri teknologi, situasi ini menjadi peringatan serius terkait perubahan kebutuhan tenaga kerja di era otomatisasi. Pengembangan AI dinilai semakin menggantikan sejumlah peran, terutama di level operasional dan manajemen menengah.
Gelombang PHK ini juga mengingatkan pada restrukturisasi besar Meta pada 2022–2023 yang dikenal sebagai “year of efficiency”. Pada periode tersebut, perusahaan memangkas sekitar 21.000 karyawan untuk menekan biaya operasional.
Meski kondisi keuangan Meta saat ini dinilai lebih stabil, perusahaan tetap memilih melakukan efisiensi untuk menjaga daya saing di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































