Menjemput Rindu di Seberang Lautan

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kerinduan pada kampung halaman adalah narasi abadi setiap kali Ramadhan mendekati puncaknya. Tahun ini, negara kembali hadir untuk memastikan detak rindu masyarakat kepulauan tidak terhambat oleh jerat biaya transportasi. Melalui sinergi otoritas pusat dan daerah, layanan mudik gratis jalur laut resmi dihamparkan bagi warga yang hendak menuju pulau-pulau di Jawa Timur maupun DKI Jakarta.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, telah menyiapkan armada kapal cepat untuk melayani rute Pelabuhan Jangkar di Situbondo menuju Pulau Raas dan Pulau Sapudi di Kabupaten Sumenep. Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan signifikan arus mudik di wilayah kepulauan Madura setiap momentum Lebaran.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, mengungkapkan bahwa sebanyak 5.000 kursi telah disiapkan. "Kuota ini terbagi untuk rute Jangkar-Raas sebanyak 4.500 penumpang dan Jangkar-Sapudi sebanyak 500 penumpang," ujarnya di Situbondo, Kamis (5/3).

Masyarakat yang hendak memanfaatkan fasilitas ini dapat mendaftar melalui aplikasi Express Bahari Mobile. Keberangkatan perdana menuju Sapudi dijadwalkan pada 12 Maret 2026, sementara rute menuju Raas akan berlangsung secara maraton mulai 13 hingga 19 Maret 2026. Berbeda dengan program lain, layanan di Jawa Timur ini mengakomodasi perjalanan dua arah, termasuk arus balik yang dijadwalkan pada akhir Maret hingga awal April.

Langkah serupa diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di bawah komando Dinas Perhubungan, Jakarta menyiapkan program mudik gratis bagi warga Kepulauan Seribu. Sebanyak 10 pulau tujuan, mulai dari Pulau Untung Jawa hingga Pulau Sebira yang berada di garis terluar, kini lebih mudah dijangkau oleh para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat ber-KTP kepulauan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa pendaftaran daring akan dibuka pada 9 hingga 12 Maret 2026. "Ini adalah upaya memfasilitasi mobilitas warga agar mereka bisa merayakan Idul Fitri dengan lebih aman dan nyaman," kata Syafrin. Meski hanya melayani arus berangkat dari Pelabuhan Muara Angke pada 18 Maret mendatang, program ini menjadi oase bagi warga yang selama ini kerap terkendala akses transportasi rutin yang terbatas.

Keamanan tetap menjadi prioritas utama. Otoritas menetapkan regulasi ketat, mulai dari verifikasi identitas hingga pembatasan barang bawaan guna memastikan keselamatan pelayaran. Semua protokol ini dijalankan demi satu tujuan mulia: mengantarkan para perindu sampai ke pelataran rumah mereka dengan selamat.

Sebab, pada akhirnya, mudik bukan sekadar urusan berpindahnya raga dari satu titik koordinat ke titik lainnya. Ia adalah perjalanan pulang menuju akar, sebuah ritus kebersamaan yang mengingatkan kita bahwa keselamatan adalah syarat mutlak agar kebahagiaan di hari kemenangan dapat dinikmati secara utuh dalam pelukan keluarga.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|