Menhub Jamin Pasokan Avtur dan BBM Aman untuk Angkutan Lebaran

8 hours ago 6

Menhub: Avtur dan BBM angkutan Lebaran aman meski gejolak Timur Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan ketersediaan avtur dan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional transportasi selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah tetap aman meski ada gejolak geopolitik di Timur Tengah.

Dudy menyatakan bahwa cadangan avtur dan BBM nasional mencukupi hingga masa Lebaran, sehingga layanan transportasi udara, darat, dan laut dapat berjalan normal selama periode mudik. "Alhamdulillah, sampai Lebaran masih (aman), karena cadangan avtur kita atau BBM kita masih cukup," kata Menhub dalam pertemuan dengan awak media di Jakarta, Jumat malam.

Pernyataan ini disampaikan menanggapi komentar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tentang stok BBM nasional yang mampu bertahan sekitar 21 hari. Menhub menjelaskan bahwa angka 21 hari tersebut merepresentasikan kapasitas penyimpanan saat ini, dan bukan berarti cadangan akan habis setelah 21 hari, karena stok akan terus diisi ulang secara berkala.

Dudy menegaskan bahwa pemerintah menjaga cadangan tetap berada pada batas minimal 21 hari melalui mekanisme pengisian ulang ketika stok berkurang. Pemerintah juga siap mendapatkan sumber minyak dari negara pengekspor lain jika terjadi gangguan pasokan global.

"Cara menambah dari mana? Kan memang yang di Hormuz itu 20 persen dari secara total global, tapi berarti kan kita masih ada tempat-tempat lain yang bisa mendapatkan BBM tersebut," jelasnya.

Pemerintah terus memantau kondisi pasokan energi untuk memastikan distribusi bahan bakar bagi operasional transportasi tetap lancar meski ada dinamika global yang mempengaruhi rantai pasok energi. Menhub menegaskan koordinasi lintas kementerian dan lembaga dilakukan untuk memastikan pengelolaan cadangan energi berjalan efektif dalam mendukung kelancaran transportasi selama periode Lebaran.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meluruskan informasi yang beredar terkait kapasitas stok BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari akibat perang di Timur Tengah. Bahlil menjelaskan kapasitas tersebut mencerminkan daya tampung storage Indonesia, dengan standar nasional minimal 20-21 hari dan maksimal 25 hari.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|