Mengenal Syekh Quro, Ulama Perintis Islam di Betawi yang Mengislamkan Putra Mahkota Pajajaran

3 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam kajian sejarah Islam Betawi, nama Syekh Quro menempati posisi penting sebagai salah satu ulama paling awal yang jejak dakwahnya dapat ditelusuri. Ulama asal Campa yang berdakwah di Karawang pada awal abad ke-15 itu tidak hanya berperan mengislamkan masyarakat setempat, tetapi juga disebut berhasil memperkenalkan Islam kepada Raden Pamanah Rasa sang putra mahkota Kerajaan Pajajaran yang kelak melahirkan keturunan penyebar Islam di tanah Sunda dan Betawi.

Memang, sejarah masuknya Islam di tanah Betawi menyimpan beragam versi, ada yang meyakini Islam mulai berkembang setelah penaklukan Sunda Kelapa oleh Fatahillah pada 1527, namun ada pula yang menelusuri jejaknya lebih awal melalui dakwah Syekh Quro pada awal abad ke-15. Dapat disimpulkan, Islam tidak hadir di tanah Betawi dalam satu peristiwa tunggal. Penyebarannya berlangsung selama berabad-abad melalui dakwah para ulama, pedagang, dan tokoh masyarakat yang datang dari berbagai daerah.

KH Rakhmad Zailani Kiki dalam buku Genealogi Intelektual Ulama Betawi menerangkan bahwa versi budayawan Betawi Ridwan Saidi menyatakan bahwa Islam masuk pertama kali di tanah Betawi berawal dari kedatangan Syekh Hasanuddin yang kemudian dikenal dengan nama Syekh Quro, seorang ulama yang berasal dari Kamboja pada tahun 1409.

Fase awal penyebaran Islam di Betawi dan sekitarnya (tahun 1418-1527). Disebarkan oleh Syekh Quro, Kian Santang, Pangeran Syarif Lubang Buaya, Pangeran Papak, Dato Tanjung Kait, Kumpi Dato Depok, Dato Tonggara dan Dato Ibrahim Condet, Dato Biru Rawa Bangke.

Alasan Syekh Quro dijadikan sebagai ulama Betawi pertama oleh Ridwan Saidi karena kiprahnya dalam mengislamkan orang-orang Betawi yang berada di Karawang. Meskipun sebenarnya, Syekh Quro berasal dari Campa (Kamboja), tetapi Syekh Quro memiliki murid yang kemudian menyebarkan Islam sampai ke wilayah Sunda Kelapa (Batavia/ Jakarta). Karawang sendiri, menurut Ridwan Saidi, termasuk dalam wilayah kebudayaan Betawi.

Diterimanya Syekh Quro oleh orang Betawi di Karawang karena ia adalah orang Campa. Menurut Ridwan Saidi, orang Campa adalah orang Melayu yang pernah memiliki kerajaan. Mereka mempunyai hubungan erat dengan orang-orang Malabar yang juga akrab dengan orang-orang di Jawa bagian barat sejak sebelum Masehi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|