Mengenal Dubai, Kota Kaya Arab yang Ikut Dihantam Rudal Iran

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Dubai baru saja diguncang oleh serangkaian ledakan hebat pada Minggu pagi waktu setempat, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel. Insiden mematikan ini terjadi hanya sehari setelah Iran meluncurkan serangan balasan di kawasan Teluk sebagai respons atas serangan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Islam, Ayatollah Ali Khamenei.

Dubai, yang merupakan bagian dari Uni Emirat Arab (UEA), terkena dampak bersama beberapa kota besar lainnya di Timur Tengah seperti Doha dan Manama. Kejadian ini menjadi sorotan dunia karena Dubai telah berhasil mentransformasi dirinya menjadi pusat ekonomi global yang besar melalui diversifikasi sektor transportasi, keuangan, dan pariwisata guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Dengan populasi sekitar empat juta penduduk, Dubai menampung populasi terbesar di Uni Emirat Arab dan menyumbang hampir 25% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Berdasarkan data resmi, PDB Dubai tumbuh sebesar 4,4% pada paruh pertama tahun 2025 menjadi 241 miliar dirham atau setara dengan US$ 66 miliar (Rp 1.112 triliun).

Lintasan ekonomi Dubai yang terus menanjak tersebut mengonfirmasi keberhasilan strategi diversifikasinya dalam beberapa tahun terakhir, di mana lebih dari 95% PDB kini berasal dari sektor non-minyak. Sektor perdagangan grosir dan eceran yang secara historis sangat menguntungkan tetap menjadi salah satu sektor terberat dengan kontribusi hampir 25% terhadap PDB pada sembilan bulan pertama tahun 2024.

Sementara itu, sektor transportasi dan logistik, baik melalui pelabuhan maupun udara yang menyumbang 12,4%, telah memperkuat posisi Dubai sebagai pusat global bagi pergerakan barang dan orang. Selain itu, layanan keuangan, real estat, konstruksi, dan pariwisata juga tercatat memberikan kontribusi signifikan dalam membantu pertumbuhan ekonomi emirat tersebut.

Dubai International Financial Centre (DIFC) sejak tahun 2004 telah menyatukan ribuan perusahaan perbankan, asuransi, manajemen aset, fintech, hingga pasar modal dan berfungsi sebagai jembatan penting antara arus modal Eropa dan Asia. Pada paruh pertama tahun 2025, sektor kegiatan keuangan dan asuransi mencatat pertumbuhan sebesar 6,7% dengan kontribusi sebesar 12,5% terhadap PDB.

Dubai dinilai sangat berhutang budi pada posisi geografisnya yang sangat strategis di antara Eropa, Asia, dan Afrika dalam meraih kesuksesan tersebut. Ekosistem logistik kota ini dibangun di sekitar Pelabuhan Jebel Ali, yang merupakan salah satu pelabuhan air dalam terbesar di dunia, serta dukungan bandara internasionalnya yang masif.

Pada tahun 2023, sektor penerbangan menyumbang 27% dari PDB dan bernilai sekitar US$ 37,3 miliar bagi perekonomian. Bandara-bandara di Dubai menangani lebih dari 88 juta penumpang per tahun menurut laporan Oxford Economics yang diterbitkan pada Oktober 2024, di mana Dubai International tetap menjadi salah satu bandara terkemuka di dunia untuk lalu lintas penumpang internasional.

Pertumbuhan pesat juga terlihat pada sektor pariwisata yang mampu mendatangkan puluhan juta pelancong mancanegara ke kota tersebut.

"Hampir 20 juta turis mengunjungi Dubai pada tahun 2025, termasuk empat juta warga Eropa dan sekitar setengah juta pengunjung dari Prancis," kata konsultan dari Protourisme, Didier Arino, kepada AFP.

Kondisi tersebut telah memicu terciptanya hampir 900.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung yang tercatat di sektor hotel, restoran, ritel, dan jasa di UEA. Dubai telah berinvestasi besar-besaran dalam pariwisata dengan mengkurasi citra merek global yang berhasil menarik investor serta talenta dari seluruh dunia.

Selain sektor fisik, kota ini juga menjadi rumah bagi puluhan ribu influencer yang turut memperkuat ekonomi digital mereka. Dengan segala kemajuan ini, ketegangan geopolitik yang berujung pada ledakan di jantung ekonomi Timur Tengah tersebut kini menimbulkan kekhawatiran besar bagi stabilitas pasar regional.

(tps/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|